Pendekar Bukit Meratus
perintah Pendekar Halilintar, sambil duduk di sebuah kursi dan juga meja di depannya, yang disediakan anak buahnya.
Putri Seruni dan Nya Aura juga ikutan duduk dan menyaksikan pertarungan ini. Mereka seolah sedang saksikan sebuah pertunjukan saja, juga terlihat Pendeta Suli, Sawon dan pendekar-pendekar golongan hitam lainnya, yang tak Pendekar Mabuk kenal.
Hari sudah beranjak malam, bulan sabit pun bersinar terang.
“Untung mulai malam, sehingga aku bisa menyamarkan jurus-jurusku ini,” batin Pendekar Mabuk lega, sambil menatap langit yang agak berawan.