Kamu Milikku
Setelah memberi pilihan, para preman itu pergi dengan tawa menggelegar.
Banyak warga yang menyaksikan, namun tidak ada yang berani menolong atau sekedar membela. Hal itu dikarenakan mereka mengetahui siapa dalang di balik penghancuran itu. Tentu tidak ada yang berani menentang kekuasaan Ronald.
"Kasihan pak Morgu dan istrinya, padahal rumah belum lunas, tapi sudah dihancurkan oleh para preman," tetangga dekat Morgu mulai berbicara.