KEMBALINYA SANG RATU
“Saya percaya, bahwa tiap-tiap hati yang murni adalah lentera. Lentera itu tidak pernah padam asalkan dijaga dengan keikhlasan. Dan setiap pemimpin yang sejati—yang belajar dari luka, dari keheningan, dan dari do’a—akan selalu menemukan jalannya untuk menyembuhkan dunia.”
Diskusi itu pun bergulir, penuh dengan semangat yang mengalir antara bahasa Rusia yang berat, Inggris yang tenang, dan beberapa kata-kata dalam Latin dan Yunani kuno yang dilempar oleh para tamu dari Eropa. Suasana menjadi seperti pertemuan para bijak dari masa silam, di mana setiap kata adalah pelajaran, dan setiap diam adalah jawaban.