Gerilya Di Balik Seragam
“Kita harus mengambil air dari sungai. Yang luka, juga regu senapan mesin, sudah kehabisan. Hati-hati, Belanda mengawasi dari seberang. Kalau kalian ceroboh, peluru atau granat akan menghujani kalian. Siapkan ember besi!”
“Siap, Komandan!” jawab para prajurit serempak.
Setelah barisan bubar, setiap orang menerima ember besi dari wakil peleton. Sebenarnya, ember kayu atau bambu lebih cocok karena tidak berisik, tapi persiapan pasukan begitu terbatas. Industri dalam negeri belum mampu memproduksi perlengkapan ringan secara massal.
Surya merasa cemas. Setiap kali ia melangkah, ember besi itu menimbulkan bunyi “klang-klang”, seakan menjadi penanda bagi musuh di seberang.
Hot Chapters