Altair dan Sepasang Matahari
“Sayang...“ Al terenyuh.
“Mister, harimau saja punya ayah dan ibu. Lalu kenapa aku tidak?“
“Kamu juga punya, Sayang.“
“Lalu kenapa mereka tidak mengunjungiku?“
“Kan ada aku yang mengunjungimu.“
“Tapi Mister bukan ayahku.“
Apa bedanya? Al hampir menanyakan itu, tetapi tak jadi. Ia teringat Titania. Ya, apa bedanya seorang ayah kandung dengan bukan ayah? Apa bedanya seorang ibu kandung dengan bukan ibu? Apa bedanya seorang kakak kandung dengan bukan kakak? Sebuah pertanyaan mendasar yang selalu menghantuinya sepanjang hidupnya. Ya, apa bedanya? Paling cuma beda darah, beda DNA. Bukankah dalam hal kasih sayang ia tak kalah juga dengan sesuatu yang berbau ‘kandung’ itu?
الفصول الرائجة