Cincin Pemikat Jodoh
“Dia bukannya enggak suka, Git. Suka banget malah. Pernah belajar juga sama tattooist terkenal di sini, tapi, ya, gitu ... dia belum punya alasan aja buat menjadikan tubuh sebagai kanvas seni. Anaknya emang komit banget.”
Gita manggut-manggut. Namun, kerut penasaran tercetak jelas di keningnya. “Terus, gimana cara dia branding kalau dia sendiri enggak punya tato?”
“Branding, mah, gampang.” Dira mengibaskan tangan. Ekspresinya begitu menyepelekan. “Dia merekrut seniman tato yang udah punya nama besar, terus dijadikan brand ambassador. Kebanyakan pengunjung malah mengira kalau si seniman itu buka studio tato baru, jadi pas awal-awal buka itu langsung ramai.”
Hot Chapters