Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Bibir Merah - The Red Lips

Si Bibir Merah - The Red Lips

Sangat berbeda dengan para wanita yang pernah dikenalnya. Ia pun mengajak Lovy ke halaman belakang tak melalui pintu depan di mana terdengar suara orang-orang sedang berbincang. Lovy menghentikan langkahnya seketika saat melihat dua orang tua yang mungkin sekarang seumuran kedua orang tuanya. Mereka seperti kebingungan saat membaca tulisan dalam kardus yang ternyata berbahasa Mandarin. "Aku tak paham, gambarnya menunjukkan caranya seperti ini," jawab seorang lelaki yang memiliki kumis dan sudah beruban.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
My Wife is My Suspect

My Wife is My Suspect

Bahkan Atlanta mengucapkan bahasa mandarin menggunakan nada bicara yang berbeda dan tepat sesuai nadanya. Detik itu juga Dylan menyadari bahwa dirinya telah salah menilai. Suara wanita di hadapannya sangat berbeda dengan Atlanta. Terlebih lagi wanita itu memiliki dua buah tahi lalat di wajahnya. Rambut Atlanta juga bukan lurus dan berwarna hitam seperti ini. “Maaf, sepertinya aku salah mengenali orang,” ujar Dylan penuh sesal. “Duibuqi, wo bu shuo yinyu,” timpal Atlanta pura-pura kikuk.
9.232.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
Luka yang Terpendam

Luka yang Terpendam

Justru suaminya itu yang bercerita sendiri tentang pembicaraannya dengan orang asing tersebut. “Sepertinya aku nggak jadi berbisnis dengan orang itu, Sica. Bahasa Inggrisnya parah sekali dan nggak pakai penerjemah. Aku yang cuma bisa sedikit-sedikit bahasa Mandarin kesulitan berkomunikasi dengannya. Daripada di belakang nanti ada apa-apa, lebih baik kuurungkan niatku menjalin kerja sama.”
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan Sang Mafia

Gadis Kesayangan Sang Mafia

Gorden terdengar disingkap, lalu langkah mereka terhenti tepat di samping ranjangnya berbaring. Mereka terdengar berbicara dalam bahasa asing dengan aksen yang aneh. Dua orang laki-laki dewasa. Bella tidak bisa mengerti satu pun kata yang terlontar dari mulut mereka. Mereka terus mengobrol sampai beberapa menit sebelum akhirnya melangkah keluar. Begitu pintu terdengar tertutup, Bella membuka mata.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder

Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder

Dua anak laki-laki itu bersekolah di sekolah asing dan fasih berbicara Bahasa Marcelia, tetapi mereka kesulitan berbicara Bahasa Botania. Jadi mereka berdua hanya berbicara dengan Bahasa Marcelia saat bertengkar. "Berikan padaku, kamu itu lebih tua, jadi kamu harus mengalah padaku!" "Justru kamu yang harus mengalah, karena kamu lebih muda!" "…" Dua anak berusia tujuh atau delapan tahun ini pun mulai bertengkar. Grace melirik ke sekitar, tetapi tidak ada yang muncul. Mungkin karena mereka sudah lama terbiasa mendengar suara berisik dari anak-anak.
9.8266.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.1K kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Tampilkan Ulasan (53)
Baca
+Pustaka
Pior Pior
ceritanya menarik. cuman.. banyak sekali cerita dengan alur yang sangat mirip bisa di katakan hampir serupa. aku sebagai seorang consumen novel, berharap untuk semua penulis bisa lebih berkembang dan mempunyai ciri masing-masing. lebih banyak cerita dengan alur yang bagus dan tidak berbelit".
ari nugraheni
awal sampe pertengahan ini cerita paling bagus... dr cerita lain yg ada di novel ini. karena begitu samuel mencinai dan melindungi. tp smkin bnyk episode identitas yg tdk terungkap2 dan semakin bertele tele jadi agak males mengikuti
Baca Semua Ulasan
PERMAISURI YIN

PERMAISURI YIN

Su Yin memesan dua mangkuk mi lagi dengan irisan daging yang tebal. Malam terus bergulir, percakapan mereka berlanjut dengan lebih ringan. Angin malam mengusap lembut wajah keduanya dan untuk pertama kalinya Su Yin merasa ada seseorang di dunia yang benar-benar mendengar dan memahami dirinya.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 657 kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

“Mm. Maaf sebelumnya, bisakah kalian berdua... berbicara sedikit formal, dengan menggunakan bahasa indonesia saja, karena terus terang saya tidak mengerti dengan bahasa kalian!” Jujur Tuan Malik yang sedari tadi hanya bisa mengerutkan dahi, lalu menaikkan alisnya kanan kiri bergantian, dan menegakkan cuping telinganya saja karena tidak mengerti obrolan dua wanita beda generasi didepannya. Nenek Kusmirah mengulum senyum saat menatap ke arah pria gagah, tinggi besar didepannya. “Maaf. Kami terbiasa berbahasa daerah bila sedang berbicara, Den bagus!”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
Om, Nikah, Yuk!

Om, Nikah, Yuk!

tanya Harzan, seusai menghampiri ketiga orang tersebut. "Dia perempuan. Tanya namanya," pinta Haikal. Harzan mengamati orang yang dimaksud. "Kamu berbahasa Mandarin atau Kanton?" tanyanya dalam bahasa Mandarin. Ketiga pria itu terhenyak, saat perempuan tersebut membentuk bahasa isyarat dengan kedua tangan, pertanda jika dia menderita tuna wicara. Harzan berpikir cepat, lalu dia membantu perempuan itu supaya bisa berdiri.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Semakin lama, raut wajahnya memperlihatkan kekesalan yang besar. “Berengsek!” makinya dalam bahasa Mandarin. “Dua hari sudah aku mengamati, tapi sepertinya tidak terjadi apa-apa. Apakah prajurit-prajurit bodoh itu tidak langsung menghakimi Feng dan Huang? Apa lagi yang mereka inginkan?” Jika benar, tentu sudah ada kehebohan yang terdengar, pikirnya. Dia mengumpat sekali lagi sebelum akhirnya meninggalkan atap kapal.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Namun, Pak Oppa juga tanpa malu-malu menawariku, agar ikut di mobilnya saja. LinLin angkat bicara, mereka bertiga terdengar berbahasa Mandarin, yang membuatku tak mengerti apa yang sedang mereka perbincangkan. Alex terlihat menggerutu, namun hanya ditanggapi dengan cibiran halus oleh adiknya itu, sedangkan Pak Oppa menipiskan bibir terlihat puas.
9.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai percakapan bahasa mandarin 2 orang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status