Di Antara Dua Pilihan
Keenan terkekeh kecil, "Tidak perlu minta maaf, yang penting jangan diulangi. Jadi kesalahan kamu akan terhapus gitu aja."
Dahi Dhara berkerut heran. Mereka perfeksionis, tapi kebapa mereka tidak seperti manusia pada umumnya? Semua yang ada pada mereka berlebihan. Pikir Dhara.
"Sayang, sarapannya dimakan. Jangan dibiarin aja." Jemari hangat Keenan mengusap punggung tangan Dhara yang cukup dingin.
Seusai sarapan, mobil menuju ke kampus. "Saya pewaris, saya harus sempurna. Tapi kesempurnaan dan kesuksesan suami tidak bisa diraih sendiri." Tatapannya teduh, tetapi Dhara tidak percaya.