Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Di dinding dan semua interiornya banyak terdapat stiker penyihir, juga tengkorak-tengkorak yang menyerupai dunia dalam Harry Potter. Andri duduk di kursi paling ujung. Lampu temaram menguntungkannya kali ini, karena Milly dan lelaki itu mungkin tak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Keindahan yang sangat disukai Andri, tapi menguap seketika saat ia melihat seorang lelaki yang kembali duduk di samping Milly, setelah beberapa menit lalu entah ke mana, toilet mungkin.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

Ia menahan bahu perempuan itu dengan hati-hati, lalu membantunya berjalan menuju pintu rumah. “Bang… ini di mana?” tanya Feli. Harry merogoh sakunya dan mengambil kunci. Setelah itu ia membuka pintu. “Masuk saja dulu,” perintahnya. Begitu pintu terbuka, mereka disambut ruang tamu berukuran sedang. Di belakangnya terlihat ruang makan, dapur, serta beberapa kamar. Rumah itu tidak terlalu besar, tapi terasa hangat dan nyaman.
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 852 kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Pria Tepat Untuk Karina

Pria Tepat Untuk Karina

Potter mengangguk dan menggaruk dagunya “Kalau begitu aku akan jual dengan mu dengan harga 100.000 dolar.” Ini tidak masuk akal, itu terlalu murah untuk bangunan di tengah kota Boston yang harga permeternya saja sudah tidak masuk akal. Sebenarnya, Mr.Potter melihat keputusasaan di dalam diri Karina. Dia mirip dengan seseorang yang di kenal Mr.Potter. Seseorang yang membuat Mr.Potter merasa bahagia saat bertemu dengannya. Sayangnya, orang itu kini sudah tiada, maka dari itu dia merasa tertarik pada Karina yang amat mirip dengan kenalannya itu.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam

Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam

Suara manis Harry terdengar dari seberang telepon, "Maaf, Ma. Jam tanganku nggak ada baterai tadi. Sekarang aku baru cas di kamar. Kenapa, Ma?" "Harry, kamu di mana sekarang?" tanya Eleanor dengan cemas. "Di rumah Paman Charlie. Harry anak pintar, tentu saja nggak ke mana-mana," sahut Harry. "Cepat jelaskan pada mamamu, jangan sampai dia mengira aku menjualmu," timpal Charlie dengan iseng dari seberang telepon. Eleanor mendongak dan menatap Jeremy dengan raut terkejut. Kemudian, dia memalingkan pandangan dan bertanya dengan suara rendah, "Harry, kamu masih di Leroria?"
9.2158.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Stuntman

Stuntman

Apalagi kata Alifa itu, kamarnya yang notabenenya ada di paling ujung, sering merasakan hawa-hawa tidak enak seperti kamar hunian demit- ya seperti itu lah katanya. Saat membuka pintu kamar, Pena kira ia akan disuguhkan dengan pandangan seorang pangeran yang tidur dengan tenang dan damai. Namun sebaliknya, ternyata pangeran itu masih terjaga di depan TV Plasma yang menayangkan film Harry Potter episode terakhir. Pena memang mengoleksi film-film hollywood sih. Pasti mudah bagi Albi untuk menemukan itu. "Lo mau nonton gak?" tanya Albi menawari kala melihat wajah datar Pena tanpa ekspresi berarti.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Rumah Tanpa Buah Hati

Rumah Tanpa Buah Hati

Akan tetapi, setelah membuka ponselnya dan membaca balasan pesan dari Kania yang berisikan [Datanglah, Lice. Pintu rumahku selalu terbuka untukmu. Kutunggu sekarang ya.] Dirinya pun tersenyum lalu segera melajukan motornya masuk, ke dalam perumahan tersebut dan langsung menuju ke rumah Kania. Rumah minimalis berwarna putih bersih itu, terlihat begitu asri karena dihiasi dengan beraneka ragam tanaman di halaman rumah. Alice kembali ragu, saat ingin melangkah masuk ke rumah Kania.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Perukiyah

Perjalanan Sang Perukiyah

Bai bangkit dan langsung berlari kecil ke arah kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar hilang rasa kantuknya. Akhirnya, mereka pun menuju lokasi yang sebelumnya sudah dikirim oleh Husain dengan mengendarai motor matic-nya. Untung saja, jarak dari pesantren ke rumah Husain tidak terlalu jauh. Hanya sepuluh menit perjalanan. Tak perlu waktu lama, Bai dan Ken sampai di lokasi yang ternyata sudah ramai sekali orang. "Astaghfirullahal'adzim ... kenapa jadi seramai ini, Mas?" gumam Ken sembari menatap kerumunan orang-orang yang tengah berkumpul di depan rumah Husain.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Harusnya mereka gak pindah begitu saja tanpa tanya lebih dulu kenapa rumah ini bisa semurah itu. Tapi sekarang terlambat. Rumah itu sudah hidup. Dan ia tahu… mereka sudah diperhatikan. --- Di pagi keempat, Galang menggambar sesuatu di kertas putih. Gambar rumah mereka. Tapi yang bikin Ranti gemetar adalah detailnya: Di setiap jendela rumah, ada bayangan. Di atas atap, ada siluet seseorang berdiri.
10813 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Hugo berpikir sejenak, dan memerintahkan, "Kamu cuma perlu otak atik sedikit, sisanya serahkan padaku." Dia akan mengatur pengganti Sheila untuk kendarai mobil, dan kemudian menciptakan ilusi kematian akibat kecelakaan mobil. "Baik, Tuan Hugo." Lima hari kemudian, hujan deras turun di Veridia. Pagi harinya, Sheila seperti biasa mengendarai mobilnya ke tempat parkir bawah tanah perusahaan. Setelah memarkir mobilnya, dia berjalan ke lift dengan sepatu hak tinggi.
36.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Salah Kenal di Rumah Hantu

Salah Kenal di Rumah Hantu

“Wah, “Rumah Sakit Jiwa di Jurang Kegelapan”! Ini pasti sangat seru! Shanny, ayo kita coba yang itu!” Di taman hiburan, Lia menunjuk ke sebuah bangunan hitam yang tampak suram di dekatnya, matanya berbinar penuh semangat. Aku menatap ragu bangunan itu dan merasa sedikit tidak nyaman. Aku memang tidak terlalu suka wahana rumah hantu yang penuh kejutan, apalagi sejak Lia punya pacar, aku semakin tidak nyaman dengan situasi “bertiga” seperti ini.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai peri rumah harry potter
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status