Perfect Love
Namun, Jeremi melipat kedua tangannya ke dada dan mengabaikan sodoran tangan Rendra dengan sombong.
"Kau salah berurusan denganku!" ujar Jeremi sombong.
"Kau akan kalah dalam pertandingan ini," balas Rendra menantang Jeremi.
Wasit memasuki lapangan.
"Oke. Kita akan memulai pertandingan ini. Kalian siap?!" tanya wasit dengan suara keras.
"Siap!" seru kedua tim itu dengan lantang.
Disisi lain, Cici, Raisa, dan Rena memaksa Eva untuk melihat pertandingan basket.