Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Gadis itu menarik napas pelan, lalu melangkah keluar dari lintasan. Sekarang, di pikirannya penuh perhitungan mengenai jumlah poinnya. "Lumayan, aku bisa dapat kartu undian lebih banyak," gumamnya. "Semoga bisa dapat doorprize senilai 500 juta malam ini." Waktu semakin bergulir, lapangan kini diisi oleh tim yang akan bertanding dalam challenge basket. Reon dan Anggara di tim yang berlawanan. Reon menggiring, menguasai dan memasukkan bola dengan lihai. Matanya tajam. Darahnya menggebu-gebu karena satu tujuan. Dia ingin mengalahkan Anggara.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Baca
+Pustaka
Dibuang Badboy Dinikahi Mafia Obsesif

Dibuang Badboy Dinikahi Mafia Obsesif

Bahunya lebar, otot punggungnya bergerak pelan setiap kali ia bernafas, seolah tubuh itu dibentuk bukan hanya oleh latihan, tapi juga oleh kehidupan keras yang selalu menuntut kesiapan bertarung. Di punggungnya, terbentang sebuah tato besar bergaya irezumi khas Jepang. Warna hitam pekat dan merah darah membentuk seekor naga tanpa tanduk yang melilit dari pinggang kiri, menaiki tulang belakang, hingga kepalanya berada di bahu kanan.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Baca
+Pustaka
JODOH PILIHAN MAMA

JODOH PILIHAN MAMA

Jarang-jarang dia bisa langsung melihat pertandingan seperti ini. Mata Intan mulai memindai pemain-pemain yang sudah bersiap-siap. Matanya melebar saat menyadari pemain-pemain basket yang keren dan seksi. Rata-rata tingginya di atas 180cm. tak satupun yang tinggi badannya lebih pendek dari Aditya. Bahkan, Huda pun ternyata turut turun ikut dalam pertandingan, namun beda tim dengan Aditya. Intan mengeluarkan ponsenya.
1044.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Baca
+Pustaka
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

tanya Fendi. "Mau .. mau, Om." "Oke, pengang bolanya, Arsen Om dukung di pundak, terus tembakkan ke keranjang ya? Contoh gerakan seperti Om tadi." Arsen segera bergaya seperti atlit profesional, tubuhnya yang di dukung dipundak Fendi membuat anak itu tidak terlalu jauh jaraknya dari ring basket. "Satu ... Dua ... Tiga ... Wah, gol ... Hebat kamu, Arsen!"
1084.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

Joe. "Iya," kata Wilson. "Tunggu, kau mengganti nomor punggungmu?" kata Mr. Joe. "Iya, nomor 54 dalam font juice ITC mewakili huruf "S" dan "h"." Wilson menjelaskan makna maksud dari nomor punggungnya. "Huruf "S" dan "h"? maksudmu Strongheart?" tanya Mr. Joe. "Iya, itu maksudku," jelas Wilson.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Baca
+Pustaka
NAIRA

NAIRA

"Ohhh gitu, yasoda lo berdua tanding gih" "Yeeeee si kambing" "Cot!" Jika dengan Ara Aira bisa dengan mudah mengalahkan nya berbeda melawan Aza, gadis berambut hitam legam yg memiliki tinggi 162 cm itu mahir bermain permainan bola basket hingga membuat nya memiliki tinggi yg lumayan. Aira juga suka bermain bola basket bahkan mengikuti turnamen basket tapi tinggi nya hanya sebatas 159 saja berbeda beberapa centi dengan Aza.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Baca
+Pustaka
SATAPUSPI

SATAPUSPI

To-bi-as! Ya, lelaki remaja itulah yang menjadi pusat tontonan seolah dialah sang pemeran utama dari sebuah drama. Lelaki remaja dengan tinggi 175 itu memiliki bentuk wajah serupa Dewa Adonis dan senyum manis yang pasti membuat wanita meleleh kala melihatnya. Kini lelaki remaja tersebut tengah bergerak lincah di antara tubuh-tubuh lawan dengan tangan yang sibuk men-dribble bola basket, kemudian ia melakukan lay up shoot dan… Goooll!!
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Baca
+Pustaka
First Love

First Love

Tadi memang Keanu bilang kalo sebentar lagi mereka akan mengikuti kompetisi Liga basket pelajar. Entah kenapa, siang ini Nathan terlihat sangat tampan dimata Alea. Dengan memakai kaos polos putih yang di tumpuk dengan jersey basketnya yang berwarna orange menyala, membuat pemuda itu tampak sangat bercahaya. Nathan masih memakai celana sekolahnya. Dia duduk bersama teman-temannya dan di sebelahnya tentu saja ada Clarissa, pendamping setianya. Alea membuka lokernya, ada sebatang coklat dan keropi di atasnya. Ada pesan di atas coklat itu yang menemani 2 benda itu.
1015.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Baca
+Pustaka
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

Namun, untuk mencapai puncak, aku tidak tahu. Aku memalingkan kepala, menghindari suara desahan yang membuatku panas dingin. Baru kusadari, tempat ini terasa enggak asing bagiku. Ada ring basket di ujung sana, dengan papan berwarna hijau tua dan logo akademi. Jelas aku tahu di mana kita berada ... karena aku yang mengelola tempat ini.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

Gagal mendapatkan dua slot bangku, akhirnya ia memilih satu bangku kosong di dekat dinding kaca. Dia duduk di bagian pinggir dari rangkaian bangku panjang dengan sandarannya yang nyaman, di mana semuanya terisi penuh dengan calon penumpang. Dia yang memang tampan dan gagah, dengan tinggi badan sekitar 190 centimeter seperti kebanyakan pemain basket, segera saja mencuri perhatian satu atau dua gadis yang kebetulan juga duduk di sekitar situ.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai nomor punggung basket aesthetic
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status