Cinta Setelah Talak
“Waalaikumsalam, Sasi. Bagaimana liburannya? Maaf, seharusnya Papa enggak ganggu liburan kamu, tapi Papa perlu bicara dengan Saga. Dari kemarin ponselnya tidak bisa dihubungi, padahal Papa mau bahas soal perusahaan. Apa Saga ada bersama kamu, Sasi?”
Sasi bergeming. Lidahnya seolah-olah kelu untuk menjawab pertanyaan Prawira. Jika jujur di mana Sagara berada, pria paruh baya itu pasti murka. Namun, jika berbohong, hatinya tak tenang. Akhirnya, wanita itu menarik napas sebelum mengembuskannya perlahan.
“Mas Saga ... sedang berenang, Pa. Sekalian ke tempat gym katanya.”
Hot Chapters