Rahim Pengganti
Rangga memperhatikan Irene tampak berpaling dari dirinya saat ini, tangannya mengusap pelan kepala sang istri dan mengamati luka yang ada di tangan Irene.
“Sakit?”
“Sebuah pertanyaan retoris,” sahut Irene
“Retoris dari mana Irene?” tanya Rangga
“Ya Mas lihat pakai mata dong! Tangan saya saja sampai di perban, apa itu bisa di bilang enggak sakit? Pikir dong Mas! Sekolah mahal-mahal pertanyaan seperti ini akan menjadi retoris, tanya sendiri jawab sendiri.” Rangga menghela napasnya pelan. Irene benar-benar tidak ingin diganggu.