EUFORIA
Secantik apa pun para gadis di agensi, aku tidak merasakan cahaya kecantikan dari mereka yang benar-benar nyata seperti yang dimiliki Kiana.
“Tadi kita udah bicara soal takdir, kan?”
Aku menanggapi dengan anggukan kecil.
“Jadi, menurutmu, apa kita akan bertemu lagi?”
Pertanyaan yang sulit dijawab. Aku percaya takdir, tetapi juga percaya pada sebuah kebetulan. Aku memang orang yang dilema memutuskan hal-hal yang seharusnya kupercaya.
Akan tetapi, mengingat banyaknya pertemuan tak disengaja yang kualami dengan Kiana, aku bisa mengambil satu kesimpulan yang mulai terbentuk di kepala.
Bab Populer