Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Madu Manis Untuk Istriku

Madu Manis Untuk Istriku

"Terserah, Mas saja." Setelah sepakat, kami pun menuju salah satu restoran yang letaknya dekat dengan rumah sakit. Kami memesan makanan khas sunda yang memang menjadi favorit kami sedari dulu. Selama makan berlangsung, tak hentinya bibir ini menyunggingkan senyum melihat sikapnya yang sudah mulai mencair. Tak segan ia mengelap dahiku yang basah oleh keringat akibat memakan sambal yang super pedas. "Makan sambalnya jangan banyak-banyak, nanti aku yang repot kalau sampai sakit perut," sungutnya.
826.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 832 kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Baca
+Pustaka
Kontrak Sang Pengantin

Kontrak Sang Pengantin

kata Anisa. Gara baru saja pulang rawat inap setelah makan makanan pedas. Ia tidak boleh lagi makan makanan pedas sama sekali. Sedikit saja sambal bisa membuatnya meringis kesakitan sepanjang malam. Dan sekarang, ia makan bakso paling pedas dengan tambahan sambal yang begitu banyak?
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Baca
+Pustaka
Kubuat Suamiku Lumpuh

Kubuat Suamiku Lumpuh

"Bagaimana kalau kita makan yang pedes-pedes? Dulu 'kan kalau kamu lagi pusing sama tugas kuliah suka banget tuh makan bakso pakai sambel sepuluh sendok." Aku meliriknya sambil tersenyum hambar, ia masih saja mengingat hal receh itu. "Perutku sudah tak sekuat dulu." "Kok bisa? Kamu masih muda, Yul." Ia geleng-geleng kepala. "Entahlah tapi semenjak melahirkan tiga anak aku kerap sakit perut kalau makan sambal sedikit saja." "Ah masa sih, dicoba aja dulu," rayu Andre.
1043.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

Suara dia juga mulai terdengar serak. Untung saja Harsa dingin. Kalau Samuel makan cabai sebanyak ini di Mambera, dia pasti sudah mengalami radang tenggorokan parah, lambungnya juga mengalami inflamasi akut, diikuti dengan berbagai macam gejala panas dalam lainnya. Lalu, Samuel pasti akan menghabiskan setengah hari untuk duduk di kamar mandi. Karena udara di Harsa cukup dingin, setiap hari makan pedas masih tidak apa. Namun bukan berarti bisa makan sebanyak yang Samuel makan. Lambung pasti tidak akan kuat. “Nggak usah dimakan lagi,” ujar Katarina. “Aku sudah bilang ke Kak Clarissa supaya kamu boleh stop. Dia setuju. Minum segelas lagi, habis minum aku antar kamu ke rumah sakit.”
9.55.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120.1K kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Tampilkan Ulasan (864)
Baca
+Pustaka
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Baca Semua Ulasan
Karma Sang Penggoda

Karma Sang Penggoda

Aku langsung mengambil mangga dan mencoleknya dengan sambal. "Ya Tuhan ... enak sekali Mas," ucapku saat mangga masuk kedalam mulut, teksturnya begitu renyah tidak terlalu asam, di tambah sambal pedas manis yang menggugah selera membuatku kembali mencolek sambal dengan mangga dan jambu cristal secara bergantian. "Eh ... perutmu tidak sakit lagi kan sayang?" Mas Yas menyentuh perutku.
9.832.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Baca
+Pustaka
Penantian Pertama sang CEO

Penantian Pertama sang CEO

katanya bangga. Sarah menatapnya, terharu. Ia mengambil satu potong, mencelupkannya ke dalam sambal, lalu menggigitnya perlahan. Rasa asam dan pedas langsung menyeruak di lidahnya, membuatnya menutup mata menikmati sensasi itu. "Gimana?" tanya Dylan penasaran. Sarah menelan makanannya, lalu tersenyum kecil. "Enak... makasih, Dylan."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Baca
+Pustaka
Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Selingkuhannya Pengasuh Anakku

lantas mereka pun makan bersama dengan lahap. Namun selesai makan, Sanjaya merasa mual dan ingin mengeluarkan isi perutnya sehingga dengan sekejap dia berlari ke toilet. Sekar panik langsung menyusul. "San, apa kamu salah makan ya? aku salah belikan makanan ya? tapi itu kan kesukaan mu, San ..." wajah Sekar begitu resah berdiri di belakang Sanjaya yang sedang berjongkok yang baru saja lihat isi.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Baca
+Pustaka
PERTAMA UNTUK NAIMA

PERTAMA UNTUK NAIMA

Dia ingat, beberapa kali membuat sayur itu Albe tidak ada masalah dengan perutnya. "Cara makanmu terlihat sangat lezat, Babe. Aku pikir karena sudah lama tidak memakan sambal terasi, mungkin akan berbeda reaksinya. Ternyata aku salah," Albe sudah terlihat tidak lemas dan kuyu seperti saat datang. Itu menandankan obatnya bekerja dengan baik.
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Tampilkan Ulasan (53)
Baca
+Pustaka
athena_vivian
asekkkkkk, gue suka gaya Naima!! Jadi cewek emang harus tahan banting selain tahan yang lain. Bab-nya udh banyak, y, Kak...gratis satu bab, donkkkk................., tapi, Naima kaya Alice in Wonderland, ya...having great experiences in another places....
Rezquila
Hai saya Rezquila penulis novel ini. Terima kasih yang sudah setia membaca karya perdanaku... Silahkan tinggalkan komen, kritik atau saran. kesan dan pesan untuk cerita saya krisan kalian sangat berharga untuk saya...️ cinta kalian semua
Baca Semua Ulasan
Menjerat Hati Dokter Tampan

Menjerat Hati Dokter Tampan

Arka yang khawatir, segera menghampiri. "Liora kamu kenapa?" Liora berpegangan pada sisi wastafel, untuk menahan tubuhnya yang terasa sangat lemas. Satu tangannya terus mengusap perut. "Sejak bangun tidur perutku terus mual. Tapi saat aku berusaha memuntahkan tidak ada yang keluar, justru perutku jadi sangat sakit. Ini pasti karena tadi malam aku banyak makan sambal, sebelumnya aku tidak pernah makan pedas sebanyak itu. Asam lambungku pasti naik."
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Baca
+Pustaka
Bakti yang Tidak Dihargai

Bakti yang Tidak Dihargai

Aku tidak kuat, makanan ini terlalu pedas untukku yang penyuka manis. "Buruan, Mas!" pintaku saat kendaraan kami berjalan menuju rumah. "Kenapa, Li?" "Perutku udah mules, Mas. Cabenya banyak banget ya, Mas. Perutku sampai mules begini." "Sudah tahu kalau makan sambal bawang jadinya mules tapi ngeyel banget kamu, Li!" Aku diam, tak bisa membantah perkataan Mas Reza. Dia benar, perutku terlalu sensitif saat makan sambal bawang. Namun mau bagaimana lagi, agam geprek kan enak.
121.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 585 kali sebagai perut panas setelah makan sambal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status