Bakti yang Tidak Dihargai
Aku tidak kuat, makanan ini terlalu pedas untukku yang penyuka manis.
"Buruan, Mas!" pintaku saat kendaraan kami berjalan menuju rumah.
"Kenapa, Li?"
"Perutku udah mules, Mas. Cabenya banyak banget ya, Mas. Perutku sampai mules begini."
"Sudah tahu kalau makan sambal bawang jadinya mules tapi ngeyel banget kamu, Li!"
Aku diam, tak bisa membantah perkataan Mas Reza. Dia benar, perutku terlalu sensitif saat makan sambal bawang. Namun mau bagaimana lagi, agam geprek kan enak.