Bukan Pemuas Nafsu
Rhienzpengantin satu malamcerita menyusui pacarpenantian cintamenahan rindu
Rasanya perutku mual sekali, aku berlari ke toilet dan mengeluarkan isi perutku yang hanya terisi air.
"Hoek! hoek!" Aku merunduk sendiri di toilet, memuntahkan teh hangat yang baru saja ku minum.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Anto menghampiriku.
"Kepalaku pusing, perutku mual." jawabku pelan. Aku benar-benar lemas.
Seketika aku terjatuh di toilet, dengan sigap Anto menangkapmu dan menggendongku ke kamar. Wajah Anto sangat panik, dia mondar-mandir mencari kunci sepeda motornya.