Pura-Pura Buta
Syarlinatertutup sudah pintu hatikuteringat saat bersamamuistri menangis karena mertuasetulus hatiku mencintaimu
Lanjutku menambahkan dengan penekanan.
"Iya, Yah." Sesingkat itulah jawaban Fatih.
Fatih termasuk anak yang pendiam. Tidak banyak bicara. Denganku saja dia jarang bicara kalau bukan sesuatu yang penting. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin dekat dengannya. Bersikap seperti layaknya seorang Ayah. Dari pernikahanku bersama ibunya hanya memperoleh satu anak, yaitu Laras. Wajahnya sangat mirip dengan Alina. Sekarang dia tinggal di pesantren, mondok di sana. Syukurnya itu atas keinginannya sendiri. Tidak berhenti rasa syukurku untuk keluarga yang kupunya. Alina pandai mendidik anak-anak, apalagi dalam hal agama. Itu adalah pondasi utama hidup, katanya. Karena itulah aku tidak ingin terlarut dal