Ternoda sebelum Malam Pertama
Namun, anak Kiai Abdullah itu memilih untuk berdiri di depan kantor, memandangi aktifitas santriwan di halaman, mushola kecil di dekat asrama dan keramaian di sebuah bangunan kecil belakang mushola yang Ubed duga adalah dapur umum.
Pesantren Almujahid, masih belum lama berdiri, tapi setidaknya santriwan yang jumlahnya memasuki angka seratus itu merupakan pencapaian luar biasa. Dari sini, Ubed tahu bahwa Habib adalah pria tekun dan sungguh-sungguh dalam memerjuangkan Islam.
Sekitar lima belas menit menunggu akhirnya pengasuh pesantren itu datang juga menemuinya.
Hot Chapters