Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa
Melalui Pak Lurah yang mempertemukan maksud kami, Abah menyampaikan niat, dan Pak Alfaro menyambut dengan sangat baik, terlebih saat mendengar tujuannya untuk pendidikan.
Beliau tanpa ragu memberikan tanah ini pada Abah, bahkan beliau juga yang menggarap bangunannya. Abah hanya tinggal berdoa dan menempati. Jadi pesantren ini, sejak dari nol sampai berdiri dan berkembang pesat seperti ini, tak lepas dari campur tangan Pak Al, dan beliau tak mengharapkan balasan apapun kecuali memohonkan doa agar putrinya tumbuh sehat dan menjadi wanita sholihah.