Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua
“Iyalah. Kalau boleh milih, mendingan aku di Tambakberas, Krapyak, atau Ploso. Tapi Ayah malah milihin pondok yang jauh banget.”
“Karena kamu penerus ayah, jadi kamu harus mondok disana, Kak.” Fauzan tiba dan memberikan mangkuk berisi salad buah untuk Alina. “Sebagian besar santri-santri lulusan Al Mulk semuanya jadi ulama besar yang lanjutin pendidikannya di Yaman, Maroko, Baghdad, atau Kairo. Ayah mau kamu jadi kayak mereka yang belajar langsung dari ulama-ulama besar. Dan setahu ayah, setiap beberapa waktu sekali, ulama-ulama dari Timur Tengah suka datang ke Pesantren Al Mulk.”
Hot Chapters