Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

Xaviera mengakhiri kalimatnya dengan senyuman. Speranza terdiam memikirkan perkataan Xaviera. Semua yang dikatakan Xaviera itu benar dia hanya psikopat yang memintingkan hasratnya bukan perasaannya. "Tapi, aku merasa bahagia saat bersamanya," ujar Speranza dengan kepala yang tertunduk.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as pesimis
Read
+Library
PERSETAN!

PERSETAN!

ancamku. Mas Naren -seperti biasa- tidak menjawab. Aku gemas melihat orang ini, benar-benar seperti zombie. Apa yang bisa aku harapkan dari seorang suami seperti ini? Baru saja tadi malam dia bersemangat, berapi-api ketika ingin menerkamku. Tetapi sekarang dia sudah menjadi dingin lagi. Apakah harus aku kasih minuman alkohol saja supaya dia punya nyali dan menjadi hidup?
103.4K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as pesimis
Read
+Library
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Dia menatapku dengan mata penuh harap, tapi aku benar-benar tidak merasa ada yang perlu kukatakan tentang hubungan kita sekarang, jadi aku tetap diam saja. Dia terisak sambil berkata, "Semuanya salahku, aku memang buta, nggak bisa membedakan siapa yang benar-benar peduli padaku. Charli itu sebenarnya nggak mencintaiku. Sejak keluargaku bangkrut, dia berubah jadi orang yang berbeda. Kalau dia mabuk, dia pasti marah-marah, bahkan memukulku."
8.9K viewsCompletedAdded to Library 312 Times as pesimis
Read
+Library
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Bara mendesah, sedang Reno hanya bisa tertawa. "Menyebalkan! Menyesal aku jelaskan panjang-lebar jika pada akhirnya kau tidak mengerti." Rea mendengkus. "Intinya, Ayahmu akhir-akhir ini sering merasakan ketakutan. Menjadikan saraf otaknya memproduksi hal negatif di dalamnya. Dia akan sulit sembuh jika emosinya seperti ini." Bara menghela nafas gusar. "Setidaknya, racun itu harus segera ditangani. Jangan sampai seseorang memanfaatkan keadaan ini."
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 732 Times as pesimis
Read
+Library
Penjaga Idaman

Penjaga Idaman

“Apa mukamu itu tidak bisa tersenyum? Paling tidak lebih ramah sedikit. Mukamu itu menyebalkan, tahu tidak?” gerutu Shena dengan kesal melihat wajah Kastara yang datar dan dingin. “Oke, kau memang digaji oleh Papa untuk menjadi penjagaku. Tetapi aku tidak mau kalau penjagaku selalu bermuka busuk seperti mukamu itu. Padahal kalau aku amati mukamu itu cukup tampan, Kastara. Jadi coba lah untuk tidak menakuti orang-orang didekatku, mengerti? Atau kau akan berakhir seperti penjaga sebelum dirimu yang langsung kutendang keluar dari gedung ini!” ancam Shena dengan senyuman dingin.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as pesimis
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

Merenung berlama-lama tidak baik, nak! “Saya tahu pak, hanya saja sepertinya bosan sekali di kost meluluh tanpa ada teman untuk mengajak jalan atau untuk mencari pekerjaan. Coba pak satpam di posisi saya pasti juga akan merasakan hal yang sama dan pasti merasa kesal dan rasanya tidak enak sekali.Tapi ya sudah, saya juga tidak tahu sampai kapan akan begini, pak.” “Sabar aja, nak.Pasti di bukakan jalan dan tetap berusaha juga doa."
102.3K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as pesimis
Read
+Library
Penyesalan

Penyesalan

sarkas Nenek Alisya hanya bisa menunduk. Mendiang papanya dulu sering sekali membicarakan tentang angan-angannya. Beliau ingin membesarkan perusahaan, dengan anaknya sebagai pemegang posisi tertinggi. Namun hal itu tentu tidak berlaku untuknya. Hal itu berlaku untuk si Jenius, Aura.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as pesimis
Read
+Library
Silakan Ambil Suami Berengsekku, Dik!

Silakan Ambil Suami Berengsekku, Dik!

"Kamu pesimis?" Lilis mengangguk pelan, jujur pada perasaannya. "Iya, Kak. Aku pesimis banget, sorry, soalnya liat posisinya lawan kayak susah. Aku takut prosesnya bakal berbelit-belit dan Rendy malah menang di atas kertas."
106.4K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as pesimis
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

"Ria cuma merasa perlu memikirkan finansial untuk hidup ke depan, dan kesempatan itu ada di depan mata." Tak ada yang menyanggah, termasuk juga bapak yang biasanya banyak gagasan dan pandai berargumen. Keputusan itu bulat. Tiga hari setelah pamitan, dia memutuskan untuk benar-benar pergi. Pada moment kepergian itu ada hati yang gemetar dan dilanda kebingungan yang dahsyat. Ia ingin menghalau, tapi kembali dia sadar bahwa dia tidak memiliki kekuatan. Dia bukan siapa-siapa. ***
1.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as pesimis
Read
+Library
PENYESALAN

PENYESALAN

Dan atas nama perusahaan, kami sampaikan permohonan maaf. Demikian surat pemecatan ini kami sampaikan dan agar dapat dimaklumi, terima kasih. Bekasi, 14 April 2020 PT. Mekar Jaya Abadi Kurniawan Human Resource *** Segera kukemas barang-barangku lalu pergi dari perusahaan ini. Semua mata memandangku dengan tatapan entah. Aku malu. Beginikah rasanya dipermalukan oleh semua orang?
9.7229.4K viewsCompletedAdded to Library 5.3K Times as pesimis
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status