Suamiku Simpanan Tante-tante
“Iya, Dek. Kamu baik-baik di rumah sama Kevin. Aku nanti pulang bawa martabak kesukaan kamu, deh.”
Aku iyakan saja semua ucapannya. Padahal, pagi ini saja aku kurang berselera makan. Pikiranku masih sibuk dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk dari apa yang aku dapatkan hari ini. dengan hati-hati akhirnya aku bertanya, “Mas, pekerjaan sampingan kamu beneran halal, ‘kan?”
Butuh tiga detik sebelum Mas Saleh menjawab, “Kamu ini bicara apa? Tentu, dong. Kenapa kamu jadi meragukanku, Dek?”