ENAK, PAK DOSEN!
Apakah Sagara akan tetap PD, atau … justru insecure?
“Ipin? Siapa Ipin?” tanya Sagara bingung. Keningnya mengerut, mengingat siapa itu Upin.
“Itu, adiknya Upin. Kartun Malaysia, Upin Ipin!”
Dibandingkan begitu, Sagara makin menjadi. “Ish! Bisa-bisanya nyamain aku sama Upin Ipin, ya!” Telapak tangan kanannya tergerak untuk mencapit pinggang Ara. Bukan mencubit betulan, hanya bergurau. Sayangnya, aksinya tak berjalan mulus. Ara justru mundur sambil tertawa terbahak-bahak.
Bab Populer