Belenggu Rumah Darah
Saat dia memutar gagang itu, pintu terbuka perlahan, mengeluarkan suara derit panjang yang menggema di seluruh rumah.
Di balik pintu itu, ada sebuah tangga yang mengarah ke bawah—ke dalam kegelapan.
Ini dia, pikir Arga. Inilah ruang bawah tanah yang disebut Pak Kusuma. Dengan hati-hati, dia menyalakan senter kecil yang dia bawa dan mulai menuruni tangga. Setiap langkah yang dia ambil terasa seperti sebuah langkah menuju jurang. Tangga itu panjang, lebih dalam dari yang dia duga, dan semakin dalam dia melangkah, semakin gelap suasananya, seolah-olah cahaya dari senter mulai ditelan oleh kegelapan itu sendiri.
Hot Chapters