Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM CINTA MASA LALU

DENDAM CINTA MASA LALU

Di ujung lorong sunyi yang agak gelap tiba-tiba Evanka melihat pintu dengan tanda merah menyala. Tanda 'Exit' merah menyala samar di ujung lorong gelap seperti cahaya harapan. Evanka langsung berlari, berusaha membuka pintunya. Ternyata terkunci. “Tidak… tidak…!” desisnya putus asa. Ia menendangnya sekali, dua kali. Sampai akhirnya ia melihat panel kontrol kecil di sisi pintu. Bukan kunci biasa, tapi sistem digital sederhana.
1055.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pintu merah
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
Jemyadam
Terimakasih buat teman-teman pembaca yang sudah setia ngikutin semua ceritaku. LUV U PULLL buat kalian semua. Cerita ini sudah tamat. Maaf kalau aku gak bisa balas komen pembaca satu-persatu. Untuk cerita selanjutnya bisa ikuti infonya di 1G JEMYADAM8. Buat pertanyaan silahkan DM, ya... ^•^
intan
kenapa deskripsinya seakan-akan jelasin telah terjadi kegiatan nananina yg maha dahsyat.... aargghhhh....jangan sampe huhu.... ini bukan masalah Kamu nananina bang, tapi aku takut eva terluka sangat parah nnti...
Baca Semua Ulasan
Kutukan Sang Alpha

Kutukan Sang Alpha

Orang-orang dengan pakaian hitam yang sama berlalu-lalang, menundukkan kepala ketika melintas. Sang Serigala Merah berhenti di depan sebuah ruangan dan mengeluarkan sekumpulan kunci lainnya dari dalam saku. Pintu yang ini terlihat berbeda dari pintu-pintu lainnya. Pintu ini berbingkai kayu dengan kaca patri di tengahnya. Pria itu menyelipkan kunci yang dipilih ke dalam lubang serta memutar kenopnya, mempersilakan Waverly memasuki ruangan.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Streaming Neraka

Streaming Neraka

Dia pun berdiri di sebuah ruangan dengan pintu bercat merah di depannya. Dari sekian banyak ruangan, pintu ini yang menarik Erna untuk mendekat, terlebih warna merah menyala sebagai pewarnanya, membuat ia makin penasaran. Memberanikan diri, Erna meraih gagang pintu, memutarnya, membuka perlahan-lahan sembari bergumam permisi.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Ini sepertinya kunci sebuah pintu, apa pintu kamar dengan warna merah di sebelah kamar ini? "Apa yang kau sembunyikan, Bang?" ujar Dhea dengan perasaan tak tentu. Wanita itu menyimpan kotak berudu itu ke kopernya, dengan gontai dia berjalan keluar kamar, jarak sepuluh meter Dhea sudah berdiri di depan pintu kamar bercat merah. Sungguh cat pintu yang tidak lazim, kenapa berwarna merah? Semua pintu di rumah ini berwarna putih gading, hanya pintu ini yang berbeda sendiri?
9.9270.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

Bu Ceng Kui yang terus memperhatikan kakek bertongkat merah tiba-tiba teringat akan satu tokoh yang sudah lama hilang dari dunia persilatan. “Tidak kusangka Dewa Tongkat merah, kakak seperguruan dari Ang Bin Sian ( Dewa Muka Merah ) Pangcu pengemis baju merah, salah satu dari empat Rasul langit sudah keluar dari pertapaannya dan menjadi anggota Topeng Merah. Ada rasa penasaran di hati Bu Ceng Kui. “Siapa Pangcu perkumpulan Topeng Merah dan ada hubungan apa dia dengan Thian Sin?”
1014.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 432 kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Menantu Hina Yang Dihormati

Menantu Hina Yang Dihormati

ajak Kenny palsu. "Hem, baiklah. Ayo," balas Austin. Keduanya melangkah dengan langkah lebar, memasuki pintu besar berwarna merah menyala. Krieet! Pintu terbuka, membuat Austin tersenyum dengan dekor yang ada di dalamnya. Nuansa merah darah dengan taburan kelopak mawar putih menghiasi kamar tersebut. Austin melangkah ke sembarang arah dan hendak membuka salah satu pintu di kamar tersebut.
1049.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi

Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi

Biasanya dia langsung masuk saja tapi sekarang mereka sedang bertengkar dan Reyhan ingin menghargai Keinarra. Tapi berhubung pintu tak kunjung terbuka, Reyhan akhirnya menekan jempolnya di gagang pintu sebagai akses untuk masuk. Biasanya akan terdengar bunyi klik dan warna hijau muncul di gagang pintu namun sekarang kebalikannya, warna merah yang muncul. Akhirnya Reyhan mengetikan pasword di tombol angka yang ada di sana.
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 886 kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Like a Fairy Tale

Like a Fairy Tale

jelas Greeny seraya memperhatikan kedua elf dan satu orang manusia melalui layar transparan tersebut. “Jadi, untuk yang berada di pintu hijau, dan biru tua waktu kalian 45 menit, sedangkan untuk yang berada di pintu merah waktu mu sembilan puluh menit karena pintu merah adalah pintu yang paling susah dilewati. Kami berbaik hati untuk memberikan waktu lebih pada peserta yang memasuki pintu merah,” jelas Greeny dengan senyuman miringnya. Aredel berdecih kesal, mendengar hal tersebut dari penyihir.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

ujar Intan Kasturi. **** Sebuah pintu gerbang terbuka tanpa diminta terlebih dahulu saat pria berpakaian merah tiba di depan pintu itu, pria berpakaian merah dengan santainya melangkah masuk. Pintu gerbang itu bukanlah pintu gerbang sebuah Kerajaan, meskipun bangunan di dalamnya seperti istana Kerajaan megahnya. Di dalam di samping sebuah bangunan megah seperti istana, di sisi kanan dan kiri juga terdapat bangunan berupa kamar-kamar yang setiap kamar berisi 5 sampai enam orang saking besarnya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Game Begin

Game Begin

Kataku sambil menggaruk kepala. Kemudian aku berjalan menuju ke sebuah pintu berwarna merah tua itu, di depan pintu itu tertulis "Tarik atau Dorong". "Sialan, kenapa aku jadi mempedulikannya." Umpatku. Intinya tidak ada tulisan lain disekitar pintu, setelah selesai memperhatikan dan membuatku yakin akhirnya aku melewatinya. Secara berlahan aku membuka pintu dan masuk kedalamnya.
106.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai pintu merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status