Jebakan Cinta sang CEO
Mungkin dia gengsi untuk mengakui bahwa diriku berat, takut aku mengambek dan dia tidak bisa tidur memelukku.
“Mereka bilang tempat ini sebagai taman anggrek, mana anggreknya? Dari tadi yang ada cuma pohon pinus,” celetuk bibirku.
“Bunganya ada di pohon pinus, sayang.” Dia menunjuk lokasi bunga dengan kepalanya.
“Mana?” tanyaku, hanya pura-pura karena aku sudah tahu.
“Itu loh, tanaman yang nempel di pohon pinus. Itu anggrek,” jelasnya