Rumah Angker Warisan Bapak
Langit siang cerah, awan putih berarak lembut, melukis langit yang indah.
Pepohonan rindang melambai ditiup angin, memberikan kesan teduh meski matahari bersinar terik. Sesekali, motor atau sepeda melintas, menambah suasana desa yang tenang. Di kejauhan, terlihat bukit-bukit kecil seperti melindungi desa. Anis memandang keluar jendela, mencoba menenangkan pikirannya, sementara Hendra fokus mengemudi dengan tenang. Namun ia juga sesekali melirik ke arah Cakra yang duduk di sampingnya. Terlihat bocah 3 tahun itu sudah pandai berbicara dan mengoceh sambil menunjuk ke arah luar. "Mbah, itu!" Suara ocehan Cakra yang lucu, membuat Anis dan Hendra sejenak melupakan kepenatan hidup. "Ada bulung, kup
Bab Populer