Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Neng Zulfa

Neng Zulfa

kata Abah menunjukkan jempolnya. Aku tertawa. Abah juga melakukan hal yang sama. Setelah puas memperhatikan Abah minum, aku izin pergi ke dalam. “Fatih pasti seneng punya istri sepertimu bisa bikin kopi yang enak, Nduk, Nduk.” Abah masih melancarkan pujian. Aku yang sudah memasuki pintu menoleh sembari tersenyum. “Nggeh, Bah,” kataku mengangguk.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as pondok abah
Read
+Library
Duda Pilihan Ayah

Duda Pilihan Ayah

Air mata menuruni pipi tuanya, pelan tapi pasti, membasuh kesombongan yang selama ini ia pelihara. “Maafkan Kakek, Nak... pasti berat sekali jadi kamu,” ucapnya lagi. Suaranya serak, nyaris tak terdengar, tapi penuh penyesalan. Sosok yang selama ini ia tolak dan curigai, ternyata darah dagingnya sendiri. Benar adanya, penyesalan memang selalu datang terlambat.
9.887.9K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as pondok abah
Show Reviews (19)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Yanti
terlalu banyak kata dirinya dalam 1 kalimat. contoh bab 22. seharusnya : Dewa diam, bekas luka itu didapat ketika baru saja pulang dari bekerja paruh waktu, untuk membeli makan, membiayai kedua adiknya, dan membayar kontrakan namun saat perjalanan pulang dia dihadang oleh tiga orang laki-laki yang.
Read All Reviews
Cinta Untuk Ayah Keponakanku

Cinta Untuk Ayah Keponakanku

Kira-kira gimana reaksi anak ini, ya? “Terus Joy mesti manggil gimana?” cecar bocah itu tak puas. “Masa Kakak Lukas?” Terdengar suara Miranda dan Lukas tertawa keras. Suasana tegang mencair sudah. Selanjutnya Miranda memangku keponakan tercintanya itu dan berkata, “Om ini sebenarnya ayahnya Joy. Jadi mulai sekarang Joy panggil Papa, ya?”
104.7K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as pondok abah
Read
+Library
Suami Sang Pendonor

Suami Sang Pendonor

Lagi-lagi membuat gadis itu melenguh gelisah. ‘Beberapa bulan lagi. Tunggulah di sana, Nak. Ayah tak sabar ingin menyapamu secara langsung. Saat aku memilikimu, maka kehidupanku telah sepenuhnya lengkap. Tak ada lagi yang akan mengkritikku – terutama kakek buyutmu yang pengatur itu. Kamu akan menjadi harta karun serta kebanggaan terbesar di hidupku.’ ***
108.3K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as pondok abah
Read
+Library
Kau Abaikan Aku, Kunikahi Pamanmu!

Kau Abaikan Aku, Kunikahi Pamanmu!

Aroma kopi memenuhi ruangan, bercampur dengan wangi kayu terbakar dan sedikit aroma manis dari kue yang baru saja keluar dari panggangan. Cecilie duduk bersama ibunya di sofa. Di pangkuannya terdapat sehelai kain sulaman yang baru saja selesai dikerjakannya beberapa hari lalu. Ibunya memeriksa pola bunga kecil di bagian ujungnya sambil sesekali memberikan komentar. Di sudut lain, ayahnya duduk bersama Evander. Sang viscount baru saja membuka pembicaraan yang membuat dirinya langsung memasang telinga.
1019.3K viewsOngoingAdded to Library 577 Times as pondok abah
Show Reviews (10)
Read
+Library
Valen Ash
Hai kak salam kenal ceritanya keren banget kalau boleh mampir ke ceritaku ya judulnya "CEO itu tak bisa menyentuh wanita kecuali aku" kisah hubungan satu malam yang berakhir dengan pernikahan kontrak karena kepentingan. Jangan lupa tinggalkan komentar terimakasih
Historia°
kalo yg suka baca novel historical manhwa. baca novel ini! bener2 sebagus dan seseru itu cerita nya. walopun alur romance nya slow burn tapi tetep enak dibaca. konflik nya bener2 diceritain detail, rapih, dan mudah dimengerti. semangat terus buat author!
Read All Reviews
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

Hidangan yang disajikan adalah masakan tradisional. "Ini Ibu yang masak sendiri rendangnya, Vi. Rey bilang kamu suka masakan yang berbumbu kuat," kata Ibu Sumi sambil menyodorkan piring pada Vivian. "Terima kasih, Bu. Harumnya enak sekali," sahut Vivian. "Cobalah, Nak. Kalau kurang asin bilang ya," tambah Ibu Sumi.
9.7327.8K viewsCompletedAdded to Library 9.5K Times as pondok abah
Read
+Library
Aku Dan Ayah Muridku

Aku Dan Ayah Muridku

“Nggak banyak orang yang bisa membuat Hardi meminta maaf, kamu orang pertama yang kulihat yang bisa melakukannya.” Setelah menutup ponsel, Joan meneleponku, “Makan hotpot nanti malam di tempat biasa, untuk merayakan kelahiran kembalimu.” Aku menyimpan ponselku dan berjalan perlahan menyusuri jalanan. Saat melewati sebuah kafe, bayanganku terpantul di kaca jendela. Mengenakan pakaian kerja yang rapi, rambut tersisir halus dengan senyuman tenang di wajah.
5.5K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as pondok abah
Read
+Library
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

"ngomong apa kamu! ibu dari kemarin juga masih di sini. Ibu tidak pergi kemanapun. sepertinya mimpimu seram sekali ya...?" "iya, sangat seram. disana aku tidak bisa bertemu dengan ibu..." Presstss...preteess... suara gemericik minyak dalam wajan memberi isyarat, bahwa wajan telah kering, dan bau gosong menyebar ke seluruh ruangan di ikuti dengan suara dukk dukkk dukkk... karna ayah berlari sekuat tenaga menuju ke dapur. "Astaga ayamku!!! yahh, jadi gosong kan... yaudah kita buang aja kulit gosongnya... ternyta dagingnya cantik kok."
102.7K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as pondok abah
Read
+Library
CEO Dingin Itu Ayah Anakku

CEO Dingin Itu Ayah Anakku

Jonathan duduk sembari memangku Al Bara. Anak laki-laki itu tadi berceloteh dan didengarkan sang ayah. Lucu, mulut kecil itu selalu mengatakan akan menjadi seperti papa Jo ketika besar. Apa yang selama ini dirinya niatkan jika lahirnya albara itu untuk membuat bahagia dirinya dan juga keluarganya, tetapi di saat ia tersenyum tiba-tiba senyuman itu lenyap seketika. Dimana dirinya kembali lagi mengingat detik-detik saat putranya hilang. Saat itu kebahagiaannya sudah tidak sempurna lagi. Walaupun ia tertawa karena kamu tetapi kebahagiaan itu bisa lenyap tiba-tiba.
10356.3K viewsCompletedAdded to Library 7.1K Times as pondok abah
Read
+Library
Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Aku menyedok nasi dan menuang kedalam semua piring, mulai daribpiring Yuda, Papa dan juga Mama. "Cukup Nay, papa masih kenyang makan martabak tadi." "Iya pa." Jawabku. Kami memulai aktivitas makan malam dengan dengan sesekali papa menayangkan bagaimana perkembangan tokoku, Yuda juga bercerita bahwa dia akan membuat pondok pesantren. Papa sangat setuju dengan niat baik Yuda, beliau mendoakan agar semua prosesnya dilancarkan.
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 584 Times as pondok abah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status