Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

"Ning Zea tetap menjadi menantu kami. Kami tetap menyayanginya tanpa syarat. Ummi minta satu saja, Le. Menikahlah lagi beri pondok ini penerus yang akan menggantikan perjuangan kami.” Kalimat yang terdengar dari suara khas Abah, seperti pasak yang sudah menancap, tertanam lebih dalam lagi. Ah, ternyata beliau sudah berada di dalam dan ikut berdikusi. Menentukan masa depan rumah tangga kami. Senyum miris terukir, melengkung menghiasi wajahku.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
CEO Yang Hilang Ingatan

CEO Yang Hilang Ingatan

Semua yang diucapkan Abah masuk ke kuping kiri, lalu keluar melalui kuping kanan. "Inget?" "Gak," jawabku cepat. Kami tertawa bersamaan. Si Ibu penunggu warung ikut tertawa. "Yodah, kita balik ke terminal Bojong Gede. Sapa tahu, ada banyak penumpang nungguin." Abah mengeluarkan dompet. Membayar pesanan makanan kami tadi. Segera berjalan keluar dari warung makan menuju angkot.
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Menantu Serasa Pembantu

Menantu Serasa Pembantu

Tanya abah. " Tentu saja abah. Intan akan membelikan nya. Spesial untuk abah " Jawab mbak intan. " Benar bah, intan pasti menuruti keinginan abah" Ujar ibu. " Abah mau makan wingko intan, yang asli dari lamongan " Jawab abah. Mendengar Jawaban abah yang sedikit aneh itu, membuat semua orang membelalakkan mata.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Gara-gara Hutang, Suamiku Menikah Lagi

Gara-gara Hutang, Suamiku Menikah Lagi

Apalagi ada ibu mertuanya uang ikut dengan Dona juga. “Abid mau, kan, ikut sama Ayah?” tanya Agung di saat Intan belum memutuskan. “Mau, Yah! Abid mau bobok dan mau makan, Yah. Abid lapar sekali,” celetuk mulut anak berumur lima tahun itu. “Nanti kita makan kesukaan kamu, ya. Kamu suka ayam goreng, kan, Sayang?” kata Dona. Abid mengangguk dan meloncat kegirangan.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Madu Membawa Racun

Madu Membawa Racun

Ujar Buklek sambil memetik cabai disampingku. "Memangnya kenapa Buklek?" tanyaku sedih. "Pakde dan Paklek sudah berunding untuk mengantar kamu ke Jakarta, ke tempat abahmu." Buklek kemudian kebelakang, memasukan cabai yang sudah di petik ke kulkas. "Horeee ... akhirnya Aku ketemu Abah,"teriaku refleks dan Segera ku percepat makan. "Bukan cuma berjumpa Abahmu, tapi juga Adik dan Ibumu!" gumam Paklek pelan, tetapi masih terdengar di telingaku.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
My Sugar Mommy

My Sugar Mommy

Walau terkadang Sarah justru lebih dewasa dibanding diriku. "Ya sudah. Abah tinggal dulu sebentar. Mau kasih makan lele di empang sebelah. Nanti Abah akan mengantar Mas Pram, ya," ujar Abah Dul bangkit dari tempat duduknya menuju dapur. Semangkuk bubur ayam sudah ludes. Lalu aku menyeruput teh hangat yang sudah dihidangkan Abah Dul. Cangkir besar dengan motif bunga khas orang Betawi.
9.2210.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai pondok abah
Tampilkan Ulasan (56)
Baca
+Pustaka
Mini Yuet
Halo para readers. Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan novel ini. Terima kasih atas partisipasi kalian untuk mengikuti kisah Pram dan Sarah. Terima kasih juga para readers yang telah memberikan kritik dan saran. Kalian adalah semangatku. Untuk 5 rengking teratas Silahkan cek IG saya Yuet Mini.
Felix Mantiri
cerita bagus penuh Drama, Romantis.. tapi sayang tidak selesai.. masukan aja.. kalau novel belum selesai jangan di posting.. membuat pembaca kecewa karena tidak sampai Ending ceritanya.. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Perempuan Bermahar Lima Miliar

Perempuan Bermahar Lima Miliar

"Jadi Abah sama sekali tidak mau mengantar Umi ke Jakarta?" Laki-laki tua berjanggut panjang memutih itu mematikan batang rokok yang sudah memendek. Lantas berlanjut mereguk sisa air kopi di atas meja. "Maaf, Mi, Abah belum punya waktu banyak buat pergi ke sana," jawab Abah Bashori seraya bersiap-siap hendak bangkit. "Urusan di pondok sendiri masih banyak yang harus diselesaikan."
95.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Godaan Papa Teman Anakku

Godaan Papa Teman Anakku

Dadanya terasa sesak, matanya panas oleh air mata yang terus mengalir. “Ternyata … Ayah gak jauh beda sama ayahnya Niko,” gumamnya lirih, menatap punggung tegap ayahnya yang semakin menjauh. Tangannya mengepal di sisi tubuhnya, bibirnya bergetar. “Aku benci sama Ayah .…”
1012.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Suami Tukang Parkirku Ternyata Tajir Melintir

Suami Tukang Parkirku Ternyata Tajir Melintir

"Mama!" "Sayang, kamu sudah bangun?" sahut Mas Dewangga sambil tersenyum, tangannya terus mengaduk adonan di dalam baskom besar. Aku mendekat, mencoba menahan tawa sekaligus keheranan. "Mama, aku dan Papa sedang membuat donat!" seru Abiyan dengan wajah polos dan senyuman lebar.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Bos

Mengandung Bayi Bos

"Kenapa saya harus menikahi anak Anda yang seorang tukang bersih-bersih hotel? Asal Anda tahu kalau saya ini sudah beristri. Level istri saya itu, jauh di atas anak Anda, baik bibit, bebet, dan bobotnya. Wanita bayaran lain, saya beri cek dengan jumlah separuhnya dari ini, mereka tidak keberatan. Mereka langsung tutup mulut dan menganggap semuanya selesai." Kurang ajar sekali mulutnya. Dia coba-coba menyamakanku dengan kupu-kupu malam. Lantas, kulihat Abah meletakkan ponselnya di suatu tempat dan menjauhkan jarak ke layar. Abah menunjukkan sebilah golok yang sedang diasahnya.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 859 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status