Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love, Lies, and The Price of Desire

Love, Lies, and The Price of Desire

“Itu curang, Lila. Tak ada bedanya kita dan mereka.” Gusti terkekeh, meski rasa geli tidak sampai meneteskan air mata. “Lila, sayang, kalau kita mulai melakukan ini, kita ikut dalam permainan mereka.” Lila mengembuskan napas, kesabarannya menipis. “Mungkin harus begitu. Dengar, ini sama sekali bukan menipu, atau mencuri atau apa pun yang kalian kira. Ini tentang penentuan posisi. Mengetahui di mana posisi kita.”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Selir Kesayangan Tiran

Selir Kesayangan Tiran

Ada sebuah lampu lilin di dalam cabinet. Hurra mengambil dan membakarnya lalu meletakkan lili itu ke air danau yang mengalir ke hilir. Constantine tertegun dan bertanya, "Ini adalah lilin penyembahan. Apa yang kamu lakukan?”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

Meja kayu jati yang biasanya bersih kini tertutup tumpukan map cokelat, dokumen legal, laptop yang menyala, dan kabel-kabel yang melintang di mana-mana. Siska berdiri di dekat jendela besar, menatap kerlap-kerlip lampu kota Jakarta. Pikirannya masih melayang pada kejadian-kejadian sebelumnya, namun kini matanya tidak lagi menunjukkan ketakutan. Ada api baru yang menyala di sana, api keberanian untuk mengakhiri semuanya.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Shirea

Shirea

“Lilin dibuat untuk di bakar, dan api tak bisa di salahkan. Ia hanya menjalankan tugasnya untuk menerangi sekitarnya dengan pengorbanan sang lilin.” Aku tersentak ketika ia meletakkan tempat lilin itu dengan kasar. Ia menatapku lekat sambil membelai pipiku. Aku segera menepis tangannya dan menjauh darinya. “Pelayan!” Ia duduk menatap lilin di atas meja, menggantikan posisiku sebelumnya. “Ganti pakaiannya dan buat ia secantik mungkin.” Ia melirik kearahku sambil tersenyum miring. “Buat dia terlihat berkelas.”
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta di Pertemuan Pertama

Jerat Cinta di Pertemuan Pertama

Dia mengalihkan pandangannya dan melihat deretan lilin di lantai menunggu untuk di nyalakan dan sebuah kotak di atas tempat tidur dengan pembungkus berwarna merah muda. Lily menoleh kembali ke arah Etan yang sedang mengangkat bahunya untuk melepaskan jasnya. "Kau melakukan semua ini untukku?" "Aku tidak ingin menerima pujiannya, para pegawai hotel yang melakukan ini semua, lilin aroma buah dan bunganya." Jawabnya sambil melemparkan kunci kamar ke atas meja. Melihat ekspresi Lily yang kebingungan, Etan tertawa ringan. "apa yang kau pikirkan? Sebuuah tempat tidur sempit dan seks kilat? Aku tahu ini hanya soal membuatmu hamil tapi biarkan aku memberimu sedikit penghargaan."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Tinta Merah Takdir yang Terhapus

Tinta Merah Takdir yang Terhapus

Di dalamnya terdapat sebatang lilin yang sangat sederhana, berwarna putih, tetapi mengeluarkan aroma mint dan eucalyptus yang tajam dan menyegarkan. "Ini adalah lilin yang kubuat khusus," ujar Zepyr. Ia mengangkat lilin itu, membiarkan Eleanora melihatnya. "Dinamakan 'Kejelasan Kalkulasi.' Aroma mint menstimulasi fungsi kognitif. Aku ingin kau menghirup kejelasan, bukan gula." Eleanora merasa terhina, tetapi di saat yang sama, ia merasakan lonjakan debaran yang aneh. Zepyr terlalu fokus pada hal-hal kecil, sebuah bentuk perhatian yang terlalu intens.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku

Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku

Chyara akhirnya sampai, ia berdiri tepat di depan lilin yang menyala itu, menatapnya dengan seksama. Lilin itu masih utuh, nyalanya stabil, jelas baru saja dinyalakan beberapa saat lalu. Hal itu membuat alisnya semakin berkerut, karena tidak mungkin ada pelayan yang berkeliaran selarut ini tanpa alasan. Pandangannya perlahan turun. Tanpa sadar, matanya tertarik ke arah bawah tangga di dekatnya. Dari kejauhan, ia bisa melihat cahaya lain yang serupa, sebuah lilin yang juga menyala dengan kondisi yang sama. Seakan ada seseorang yang sengaja menyalakan lilin-lilin itu satu per satu.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
YOU ARE MY BRIDE

YOU ARE MY BRIDE

“Ada di laci meja dapur tuan.” Zefanya menyalakan senter kecil dari ponselnya. Laki-laki itu berjalan ke dapur dan membuka laci. Ternyata benar ada lilin dan korek api di sana. Zefanya kembali ke meja makan dengan sebuah lilin yang diberikan tatakan. “Tumben banget listrik mati.” Ucap Ziona. Harusnya kondonium miliknya tidak akan mengalami padamnya lampu.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Bertahan Hidup di Dunia Komik

Bertahan Hidup di Dunia Komik

“Dari pintu, di sisi kanan ada meja kecil dan sisi kiri ada patung kuda, jika aku berjalan lima belas langkah ke depan maka akan ada kursi sofa beserta meja untuk tamu, sekarang aku harus mencari letak meja dimana lilin berada, yakni jika aku berjalan sekitar empat belas langkah serong kiri, maka di dekat dinding perapian akan ada sebuah Candle Holder beserta lilinnya” Ia mulai menghitung langkahnya dan mencari letak keberadaan lilin untuk menerangi langkahnya dan melihat situasi apa yang sedang terjadi kepada sang majikan. Dirinya yang sudah menghafal tata letak furniture membuatnya dengan mudah menemukan dimana lilin tersebut berada. Setelah lilin menyala, ia melihat ke sekeliling untuk me
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
King of Trouble

King of Trouble

malam ini, rasanya segalanya terlalu tepat untuk menunggu. Tangannya sedikit gemetar saat ia mengambil piring berputih porselen itu. Empat lilin kecil berwarna biru muda sudah tertancap di atasnya, persis seperti rencana awalnya. Ia menyalakan satu per satu dengan korek, dan cahaya kecil itu menari di udara—lemah tapi hangat, seperti harapan kecil di antara badai yang belum ia ketahui datang. Ketika keempat lilin menyala, Ophelia tersenyum, lalu menatap bayangannya sendiri di permukaan logam kulkas yang mengkilap.
863 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status