Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
FIORE

FIORE

Etheldreda Cindyriesoursriri
Walaupun penampilannya masih sama seperti biasanya— pucat, tidak ada rona merah pada wajahnya. Iris berjalan menghampiri meja yang terdapat lilin aromaterapi dan memperhatikannya. “Ini sudah mau habis,” katanya. “Apa saya perlu memberikan lilin yang baru?” Adrian melihat ke arah lilin yang ada di meja. “Ya, boleh.” katanya. “Aku menyukainya. Aromanya cukup untuk membuat kamar ini harum.”
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Hello Tunangan (Indonesia)

Hello Tunangan (Indonesia)

Pertama dia menghampiri rak yang ada di atas wastafel, ternyata di sana ada satu kotak lilin yang masih lengkap, kemudian Ares mengeluarkannya dan menaruhnya di samping kompor, Tidak lupa Ares mengambil tiga buah cangkir yang sangat kecil, Arbel tebak itu adalah wadah lilin, kemudian dia menyalakan kompor dan menyalakan tiga lilin sekaligus. Arbel masih terdiam di kursinya, sambil memanangi dan mengagumi punggung lebar Ares dalam diam. Sedangkan Ares, mulai menaruh satu lilin di atas meja makan, satu lilin di atas meja ruang keluarga dan satu lilin dia bawa keluar untuk di taruh di atas meja ruang tamu. "Beres." Ares menepuk-nepuk tangannya, terlihat bangga dengan hasil kerjanya. Saat pandan
1016.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Gelora berbahaya Kakak

Gelora berbahaya Kakak

Lila mengelus manja kepala lelaki di dekatnya sambil melirik reaksi Lily. Melihat gerakan Lila yang posesif membuat Lily segera beralih menaruh bunga di nakas. Berjalan membuang bunga layu dan menggantikan bunga krisan yang dibawa. "Kamu tahu Lily, kami semalam berciuman. Ciuman yang sangat mesra dan menguras tenaga." Lily memandang bahagia dengan senyum dibuat semanis mungkin. "Oh ya? Setidaknya kalian hanya berciuman, tak lebih dari itu."
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

tanyanya dengan suara yang penuh rasa ingin tahu tapi juga sedikit takut. Elena meletakkan kuas dengan gerakan yang sangat pelan. Lalu ia mengambil lilin merah dari kotak kecil yang terbuat dari kayu cendana di samping mejanya. Ia melelehkan ujung lilin di atas api lilin besar yang menyala di tengah meja. Lilin merah mulai meleleh, tetesan pertama jatuh ke mangkuk kecil. "Aku juga sedang berburu," katanya sambil terus memanaskan lilin dengan sabar. "Tapi bukan hewan, melainkan sesuatu yang lebih liar dari itu."
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 652 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
The Lunar

The Lunar

Yang Selena lihat sekarang ada sekitar lima lampu yang dipenuhi lilin. Suasana yang awalnya gelap menjadi bercahaya berkat sinar dari puluhan lilin. Ia lalu melihat sebuah tangga di depan matanya. Tangga yang membawanya ke lantai dua yang mana di setiap dindingnya terdapat bingkai-bingkai foto yang Selena tidak kenal siapa mereka.
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
KITAB KUNO SANG KURATOR

KITAB KUNO SANG KURATOR

Dia harus segera berpindah tempat. Ziu bergerak perlahan hingga berada di dekat meja di samping dinding. Dia tetap meraba-raba hingga menemukan sebuah lilin lengkap dengan tempatnya. Tanpa pikir panjang Ziu langsung menarik tempat lilin tersebut. Akan tetapi, tempat lilin terasa sangat berat. Ziu terpaksa harus agak memutar benda tersebut agar lebih mudah diangkat.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Sabtu Malam Lisa

Sabtu Malam Lisa

Juga, desakan dalam tengkoraknya itu membuat lidahnya kembali gatal, terutama saat penglihatannya yang segera pulih menangkap sesuatu menyembul dari laci kedua di meja samping ranjang Katemi. “Buat apa tatakan lilin itu, Tante?” Telunjuk Lisa mengarah pada sebuah kandelabra yang mengitnip malu-malu dari balik laci yang belum sepenuhnya tertutup kembali.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Istri Buta sang Penguasa itu Ternyata

Istri Buta sang Penguasa itu Ternyata

Lucas memutar posisi mereka hingga Lila berada di atas. “Puaskan dirimu.” Lucas mencengkram pinggang Lila. Membantu wanita itu untuk bergerak di atas. Lila bergerak menggoyangkan pinggulnya. Milik mereka menyatu semakin dalam. “Ohh!” Lucas menatap tubuh Lila yang berada di atasnya. Seksi dan cantik. Indah meski tidak terlihat. Mobil yang begitu gelap membuatnya tidak bisa melihat Lila sepenuhnya.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

“Nanti juga tau sendiri.” Meski ragu, Banyulingga tetap meminumnya ketika tidak ada yang memperhatikannya. Di sisi lain, beberapa pelayan masuk dan meletakkan beberapa lilin di berbagai titik. Ketika lilin dinyalakan, aroma wanginya menyebar dengan cepat. Gendon menghirup aroma lilin itu dalam-dalam. “Wah … wanginyaaaa …” Banyulingga menatap Gendon dengan tatapan bingung.
928.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai posisi lilin
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Membuatmu Menjadi Milikku

Membuatmu Menjadi Milikku

Sepertinya pria itu baru bangun dan langsung mandi. Sembari menunggu suaminya selesai mandi, Sza menatap lekat ke arah lilin di tengah kamar–sejajar dengan pintu. "Fungsimu apa sih, Lin? Iya, aku tahu kamu tuh lilin aromaterapi, tapi … kenapa letakmu di situ? Estetik enggak es teh yang ada, maksudnya horor. Kamu kayak lilin pesugihan tahu nggak?" ujar Sza, mengobrol dengan lilin. Entahlah, Sza heran saja kenapa lilin tersebut setiap malam ada di sana?
10122.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai posisi lilin
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
CacaCici
Holla, MyRe!! Yuhu ... novel baru kita sudah rilis loh. Judulnya 'Terlena Kenikmatan Suami Baru, kisah Aeza yang tak punya pilihan dengan mengandung benih dari pria lain. Ceritanya seru abis lih, MyRe. Yuk, mampir dan ramaikan novel baru kita.(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠✿⁠ ⁠♡⁠‿⁠♡⁠)
riyha_
disini banyak nama² azam yg masih asing caci. apa mungkin karna itu dari cerita kakek Gabriel?? penasaran juga sama cerita² azam terdahulu.. mau cerita azam yg lainnya juga dong caci. apalagi kalo ceritanya Kendrick. hehe ^^ malik juga boleh caci saingannya mas ze hehe..
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status