Red in Us
Dia terus memposisikan dirinya agar lebih nyaman di tempat tidur sempit itu, dengan memiringkan badan ke arah Katha.
“Ya, ampun, Bu, sempit,” keluh Katha. “Lo tidur di sofa aja, sana. Kan lebar tuh sofa.”
Rabu menggeleng. “Enak di sinilah daripada sofa. Mana badan gue panjang.” Dia beralasan.
“Ih, sana, minggi!” Katha berusaha mendorong-dorong tubuh Rabu, hingga tempat tidur yang mereka tempati berderit.
Hot Chapters