Istri Pengganti Sang Miliarder
Aku tahu, ini pasti memancing lebih banyak pertanyaan dan amarah.
Setelah mengatur napas, aku keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa, berpura-pura tak ada yang terjadi. Menghindari mata Anya dan Ibu, aku meraih minuman dan meneguknya, berharap sikapku bisa mencairkan suasana.
“Paman, Ibu, Pak RT, dan Pak Penghulu sudah pulang?” tanyaku, seolah santai.
Anya mendengkus keras. “Sudah. Mereka semua marah besar kamu mempermainkan mereka!” suara Anya bergetar. “Tega banget kamu lecehkan kami seperti itu. Mama bahkan syok berat!”