Nadira
Teman-teman gadis itu mengangguk mengiyakan.
Rian berdecih, meremehkan pasukan musuh yang menurutnya akan kalah ditangan mereka, selama ini dia hanya mendengar kekalahan musuh lainnya dan kemenangan musuhnya yang ini, dari kabar angin. Karena penasaraan makanya dia mengajak teman-temannya untuk tauran. Dan ketika melihat lima belas orang di depannya, senyum meremehkannya terukir, bukan mereka --musuhnya yang ini-- yang kuat, tapi musuh lainnya lah yang lemah, tapi, tidak dengan pasukannya. Rian yakin pasukannya akan menang.
Hot Chapters