Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dilema

Dilema

jawab Dicky. "Mama gak nyangka Putri bakal kaya gitu, tapi kamu harus yakin sayang, cinta gak bakal salah dalam memilih, siapapun yang kamu pilih mama tetap bakal dukung, dan ingat ini, Cinta dimulai dengan kepedihan dan berakhir dengan kebahagiaan, kepedihan di awal adalah sebuah pengorbanan untuk mencapai cinta sejati, sedangkan kebahagiaan di akhir adalah buah dari pengorbanan itu, dan rasa sakit yang kamu dan Putri rasakan saat ini, mungkin adalah pengorbanan di awal, Thania mungkin juga bakal ngerasain rasa sakit yang sama, saran mama sekarang, Thania juga harus tau tentang dilema kamu ini," jelas Ibu Dicky. "Tapi ma, bagaimana--"
106.6K viewsOngoingAdded to Library 258 Times as prima facie
Read
+Library
IPRIT

IPRIT

Kang Saep memenangkan permainan babak pertama. "Ahh, sialan! Aku kalah," seru Pak Amir. Pak Amir mengumpulkan kartu, giliran dia mengocok sekarang dan membagikannya. "Dia bukan manusia, Pak?" tanya Kang Saep menyambung pembicaraan tadi. "Kalau dilihat dari sepak terjangnya
1052.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as prima facie
Read
+Library
Greedy

Greedy

Bara dan Alex menatap John jijik. Sudut bibir Bara terangkat. "Dasar orang tidak punya sopan santun," gumam Bara. Alex berdiri dan melangkah mendekati John. Kini ia berada di sampingnya. Alex mengambil ancang-ancang untuk memukul punggung John. PLAK!
105.4K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as prima facie
Read
+Library
OBSESI PRIA BERKUASA

OBSESI PRIA BERKUASA

Cicitnya yang membuat beberapa orang mulai iba padanya. Menjijikan! Agatha bahkan ingin muntah mendengar nada suaranya sendiri saat ini. Mendengar nada dan ekspresi Agatha yang tak berdaya, salah satu penumpang maju dan menarik kerah Pria tua itu. "Brengsek!" Makinya pada Pria tua itu, yang membuat Agatha yakin jika Pria yang tengah membelanya memiliki tingkat kesabaran yang tipis. "HEI WANITA MURAHAN! MANA BUKTINYA KALAU SAYA MELAKUKAN ITU PADAMU?!" ucapnya yang berusaha membela diri, agar tidak diamuk masa.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as prima facie
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Доверя́й, но проверя́й (daviryay noh praveryay) “Percaya tapi verifikasi” Vladivostok, Mei 2025 Xabi tidur dengan keadaan kamar tanpa pintu dan Vash terikat di sudut kamar. Tentu saja tidurnya tidak nyenyak. Belum lagi ia mendapati Ravil sibuk melakukan sesuatu sepanjang malam. Persiapan untuk ke Vorkuta, katanya. Keesokan paginya Ravil pergi entah ke mana lalu kembali membawa makanan. Ah ya, tentu saja ia tidak bisa memasak karena dapur berantakan.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as prima facie
Read
+Library
Primadonaku

Primadonaku

seru yang lain. "Ini promo Second hand. Beda dengan second, ya. Kalau second itu bekas, tapi second hand yang ini masih semi ori. Untuk sekennya Nona primadona flower ada aturannys. . Boleh dikatakan masih semi original .Untuk second hand dibuka dengan harga tujuh puluh lima juta untuk dua puluh empat jam. Penawaran tertinggi itu yang dapat." Madam tersenyum. "Delapan puluh lima untukku. Second hand nggak masalah, yang penting belum diterjunkan dan digilir Anda semua ...." tertawa sibandot.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as prima facie
Read
+Library
PRESUMPTION OF INNOCENT

PRESUMPTION OF INNOCENT

Aoki menyadari bahwa mengatakan demikian sesungguhnya tidak memberikan kepuasan sama sekali buat Ajin. “Persetan sama kepala ini!” Ajin memekik. Kedua tangannya masih mencengkeram hebat kepalanya, kedua matanya masih terus terpejam rapat. Dia tengah berusaha melawan rasa nyeri yang menyerang kepalanya secara tiba-tiba itu. Meskipun gejala demikian sudah biasa terjadi, namun rasa sakitnya tidak bisa ditawar sama sekali; tetap terasa sakit. Ajin belum mampu melanjutkan pembicaraan lagi. Seolah-olah menjelaskan bahwa jika dia bergerak sedikit saja, kepalanya akan semakin pening. Aoki mengamatinya dengan tidak berdaya sambil menggigit bibir bagian bawahnya. Berselang beberapa menit, rasa nyeri i
1.8K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as prima facie
Read
+Library
PESONA

PESONA

"Semoga berhasil" Ayla mengangkat kepala nya saat mendengar ucapan gio namun gio sudah lebih dulu pergi dan mengawasi mahasiswa yang lain. Ayla mengisi kertas ujian nya dengan teliti dan serius karena ia ingin pak gio melihat kemampuan nya. Sebuah gumpalan kertas dilempar ke meja Ayla membuat Ayla menengok ke samping nya yaitu meja finar, wanita yang paling benci Ayla di fakultas ekonomi.
1016.0K viewsOngoingAdded to Library 399 Times as prima facie
Read
+Library
Choice

Choice

“Bantu teman lah.” “Prinsip ekonominya jangan dipakai maksimal dong, mentang-mentang kuliah di manajemen bisnis.” “Daripada Ray kuliah di komunikasi, pacar aja nggak punya.” “Itu karena kamu yang nempel mulu kayak lintah ke Ray.” Shafira duduk di bangku seberang mereka. “Orang-orang juga lihatnya kalian pasangan gay.” “Dan ente juga gelayutan manja kayak monyet di lengan Ray. Orang-orang ngira ente pacarnya Ray.”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as prima facie
Read
+Library
Vice Versa

Vice Versa

Ia menyeduh kopi sambil menikmati tontonannya. Tanpa basa-basi, Juan membuka sidang dengan pembacaan beberapa peraturan. Hal paling penting adalah setiap kesaksian harus disertai dengan bukti, minimal konfirmasi dari dua orang. Pengecualian untuk konteks tertentu. “Sekarang saya persilahkan perwakilan Ricardo untuk memberi pembelaan.” Juan memberi intruksi.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as prima facie
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status