When Drama Becomes Reality
“Nara, tidak ada yang salah dengan merasa seperti itu. Tapi yang membuatmu berbeda adalah kamu tetap maju, meskipun kamu merasa takut. Itu adalah definisi keberanian yang sesungguhnya.”
Nara tersenyum kecil, meskipun air matanya mulai mengalir lagi. “Aku hanya ingin Ayah bangga pada aku.”
Adrian mengangkat tangannya, dengan lembut menyeka air mata di pipi Nara. Sentuhan itu membuat Nara terdiam, matanya menatap Adrian dengan penuh emosi.
“Dan aku yakin dia sudah bangga. Sangat bangga,” Adrian berkata dengan suara pelan tapi penuh keyakinan.