Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Wajah wanita yang mengakui dirinya sebagai aku itu terlihat pucat. Bahkan tak mau memandang ke arahku. Bingung, dan terjebak dalam pertanyaan itu. "Apa jangan-jangan, ada orang lain yang mereka kira korban kecelakaan itu? Atau____
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
SATAPUSPI

SATAPUSPI

Lama sampai mengacak-acak rambutnya sendiri ketika mengatakan hal itu, "Namum yang kedua jauh lebih genting." "Hal apa yang jauh lebih genting daripada Bibi Lama sulit menghubungi Paman Az?" Suara Kris meninggi, dia ikut terbawa suasan tegang yang dia sendiri belum tahu akar masalahnya. "Kalau Paman Az, mungkin dia sudah berada di dimensi yang tidak bisa kita capai. Tapi apa yang lebih genting dari itu?" "Lara," suara Lama melirih, "kurasa dia punya sesuatu hal yang dia sembunyikan dari kita."
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Pacar Online-ku Adalah Bosku

Pacar Online-ku Adalah Bosku

Dia memposting status dan aku mengklik profilnya. [ Kenapa aku nggak bisa mendapatkan pasangan sampai sekarang? ] [ Pria, tinggi badan 188 cm, berat badan 83 kg, usia 25 tahun, lulusan S2, jurusan manajemen dan teknik ilmiah, menjabat sebagai wakil CEO di sebuah perusahaan, gaji tahunan minimal 2 miliar, punya mobil dan rumah, penampilan biasa. Masih lajang, entah apa yang salah dengan diriku. ]
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Pujaan Hati Sang Tuan Muda

Pujaan Hati Sang Tuan Muda

Pesta itu diadakan tepat di bibir pantai yang sudah disulap menjadi tempat yang asyik dan romantis. Meja makan bulat dikelilingi beberapa bangku ditata agar cantik dan nyaman untuk para tamu yang hadir. Lampu-lampu kuning kecil ditata melintang, yang dilihat Irina seperti bintang-bintang di langit. Adapun lagu-lagu cinta mengalun dari live music, berpadu dengan deburan ombak yang menambah suasana makin terasa syahdu.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
PASUTRI MAGANG

PASUTRI MAGANG

' papah' " Hallo," " Mel, kenapa? Kok suara kamu lemes gitu? Gimana? Kamu udah dapat uangnya? Athar udah ngasih uangnya ke kamu?" Melody memasuki mobilnya, lalu diam sesaat. " Mel, ada apa nak?" Melody tiba-tiba saja menangis. " Papa tahu gak? Athar udah nikah!" ucap Melody penuh rasa kecewa.
10937 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Pacar Pembantu

Pacar Pembantu

Dewa: Oke, Thania fix buat gue. Angkasa: Mau mati lu hah?! Putra: Apa daya aing jomblo😔 Dewa: Pretttt🐽 Putra: Bsd. Dewa: HAHAHAHA. Kaisar: G-A-G-A-L. GAGAL!! Dewa: Demi upil Putra, Njing! Gue nggak terima. Putra: Si dugong🐕 Putra: Oke fiksssszzzzzzztttttt.
1020.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 669 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 39 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Belum sempat menyempurnakan jawaban, sesuatu yang lembut dan hangat terasa begitu saja tanpa aba di atas bibir tipis sang wanita. Tanpa kata apalagi permisi, pria yang mulai dikuasai iblis memberikan kecupan mesra dan penuh gairah. Debar yang mulai tidak bisa menahan gejolaknya mendadak seperti mendapat guyuran air langit. Sejuk.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
PAMER SUAMI

PAMER SUAMI

ujar Papi Atmajaya. "Mami gak marah, Pi. Cuma gak seru saja karena gak melihat ekspresi Caca saat dilamar tiba-tiba," balas Mami dengan bibir mengerucut. Tapi senyumnya langsung mengembang karena salah satu anak gadis yang merekam semua kejadian sejak mereka tiba menyodorkan ponselnya pada Mami. Tak hentinya beliau terbahak-bahak melihat layar pipih itu.
19.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Wanita Pecandu Luka

Wanita Pecandu Luka

Di salah satu meja yang ada di sudut lantai satu Stars Peach Cafe, seorang pria bertopi oranye dan bermasker duckbill putih dengan pakaian kemeja putih tulangnya duduk membelakangi pengunjung dan panggung kafe. Jika sekilas melihatnya, maka akan terbesit di dalam pikiran bahwa pria bertubuh cukup atletis itu adalah seorang pujangga yang sedang patah hati. Ia hanya duduk dengan kepala menunduk dan mata yang berselancar pada layar ponselnya. Tampak foto wanita pemilik Stars Peach Cafe yang tengah berpose dengan elegan di layar ponselnya itu.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Sang Pengantin Lucchesi

Sang Pengantin Lucchesi

tegas Luca. “Ya-ya, Tuan Besar yang terhormat,” sahut Stefan sambil menyengir. “Sialan,” gerutu Luca. Pria pirang itu kembali memperhatikan Liz. Kini wanita itu telah berbalik untuk mengamati air mancur besar berupa patung wanita Yunani telanjang yang menyangga guci. Stefan yang dari dulu tidak memahami seni selalu menganggap patung itu tidak senonoh.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status