Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

"Aku mau mendengar hal-hal puitis darimu untuk menyanjungku. Katanya kamu pintar merangkai kata?" "Aku khawatir, Kak... puisi bahkan tidak akan sanggup mewakili segala hal tentangmu. Kamu itu melampaui keindahan diksi manapun yang pernah tercipta." "Uhukk!" Claudia terbatuk kecil, wajahnya merona. Ia tertawa lepas. "Astaga, Aryo! Kamu jago gombalin cewek juga ternyata ya! Belajar di mana?"
1034.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

ungkap Salama yang disetujui oleh bu Ina. Aira tersenyum kecut lantas menunduk. "Aku itu bodoh! Ibu aku bahkan bilang seperti itu," lirih Aira yang membuat Salama dan bu Ina terkesiap. Bu Ina lantas tersenyum dibarengi helaan napas panjang. "Baca puisi itu bukan berarti harus juara olimpiade matematika. Tapi baca puisi itu harus kreatif, artikulasi, penjiwaan nan penghayatan, dan intonasi. Serta paling utama adalah membaca dengan tulus dari hati." Bu Ina menunjuk dadanya.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
Pilihan Untuk Menjadi Baik

Pilihan Untuk Menjadi Baik

Bagiku, diamnya justru lebih baik daripada kata-kata basa-basi yang tidak berarti. Sedari tadi tidak ada satu pun tugas yang diberikan oleh guru. Entah karena para guru tidak Sudi memberikan tugas ke kelas F, atau karena berita tentang keributan di lorong sudah sampai ke telinga mereka. Yang jelas, aku yakin gosip tentangku akan segera menyebar lagi. Aku bisa membayangkan wajah paman dan bibi ketika mendengar kabar itu. Mungkin kecewa, mungkin marah. Lagi-lagi aku akan menjadi beban.
722 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
LEBIH BAIK KITA BERPISAH

LEBIH BAIK KITA BERPISAH

Kemana mereka berdua? Allah, aku sungguh tak bisa menebak apa rencana-Mu dari semua peristiwa ini. Aku hanya yakin, bahwa Engkau maha baik, Engkau tak akan pernah meninggalkan aku sendirian, menghadapi bahaya seorang diri. Lembutkanlah hati wanita di depanku. Aku yakin masih ada setitik kebaikan dalam hatinya. Juga naluri seorang Ibu yang Kau titipkan pada diri setiap wanita.
1045.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

"'Di sini kita berpisah, kawan, sekali untuk selamanya. Kau pergi sejauh sepuluh ribu mil, hanyut.' Bagus, bagus! Nak, puisimu benar-benar bagus." Arjuna tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Omong kosong. Puisi-puisi itu karya Saleha, seorang penyair terkenal. Bagaimana mungkin puisinya tidak bagus? "Nak, bolehkah aku menyalin semua puisi ini?" tanya sang pria tua dengan hati-hati. Dia seperti takut Arjuna menolaknya. "Boleh." "Kalau begitu terima kasih, Nak."
9.3431.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.6K kali sebagai puisi bagus
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Sagara duduk termenung di sebuah kafe sambil membaca selembar puisi di tangannya. Bait demi bait, ia baca. Puisi karya Pena Langit ini sebenarnya tidak terlalu buruk jika diperhatikan baik-baik. Meski pemilihan kata-katanya kaku. Namun apa yang ingin disampaikan dalam puisi ini cukup menarik. Tidak terlalu muluk-muluk. Namun sayangnya apa yang tertulis indah dalam puisi ini belum bisa tersampai ke telinga Anita karena ia buru-buru mengusirnya.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
Menantu yang Baik

Menantu yang Baik

Bahkan sampai pada titik di mana aku harus membawa dua celana dalam di tas untuk bergantian, agar tidak mempermalukan diri sendiri. Ada banyak sekali orang di kereta bawah tanah setelah pulang kerja hari itu, aku pun terdorong ke pojok. Aku merasakan ada tangan besar yang panas sedang meremas pantatku dengan keras. "Mesum!" Hampir setiap wanita cantik yang naik kereta bawah tanah pasti pernah bertemu dengan orang mesum. Aku juga mengalaminya.
8.8298.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Otak Dimas berputar cepat. "Justru itu, Pak!" jawab Dimas dengan antusiasme palsu yang brilian. "Komunikasi itu, kan, seni menyampaikan pesan. Dan menurut saya, tidak ada pesan yang lebih kuat dan ... intim ... selain aroma. Saya sangat suka parfum. Bagi saya parfum adalah ... puisi cair, Pak." Pak Badar manggut-manggut pelan. Seolah sedang menimbang-nimbang beratnya "puisi cair" tadi.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN

AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN

Aku mengernyit, yang terlihat hanya bungkusan berwarna cokelat di dalam tasnya itu. Setelah dikeluarkan, barulah aku tahu apa yang Nia tunjukkan. Bungkusan bulat yang memanjang, tertulis di sana sebagai juara satu. "Itu apa?" tanyaku memastikan. "Jadi, Bu, tadi di kelas Nia ada lomba puisi mendadak. Guru baru yang meminta. Yang paling bagus, nanti dikasih hadiah. Terus Nia ikut, dan ternyata kata Pak Guru baru itu puisi Nia paling bagus, jadi dikasih hadiah ini deh," ungkapnya berbinar. Dengan semangat ia menjelaskan. Setiap ucapannya yang penuh dengan kebahagiaan itu menjadi energi untukku.
1054.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Pembunuh Bayaran: Dendam dari Tubuh Kedua

Reinkarnasi Pembunuh Bayaran: Dendam dari Tubuh Kedua

Dia mengerutkan kening ketika membaca bait demi bait dari puisi yang tertulis. Ternyata puisi itu tidak sesuai dengan ekspektasi gadis itu, ia merasa banyak kata-kata yang janggal dalam puisi itu. Liu Yifen mengeluh tentang kata-kata murahan di puisi Baginda. "Kata-kata dalam puisi itu… hmm terlalu murahan. Tidak tersirat kesan atau makna, sama sekali," cerocos Liu Yifen, santai. Mendengar ucapan si selir sontak lelaki itu menengok ke arah Liu Yifen yang masih setia berada di belakangnya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai puisi bagus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status