Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

"Saya tak mungkin menerka pikiran anda. Hanya saja, puisi-puisi yang anda tulis pada waktu remaja, banyak menceritakan keinginan untuk menjelajahi dunia. Sedangkan yang anda tulis sekarang berisi penyesalan." Wang Kun makin heran. Dia sampai lupa memaki orang yang dibencinya. "Kau membaca puisiku?" "Kenapa tidak? Tulisan anda sangat bagus dan elegan. Hanya orang-orang bodoh yang menilainya secara dangkal." Tentu saja semua ini bohong. Dia hanya sekali membaca puisi Wang Kun. Itu juga tak sampai selesai. Sisanya tebakan semata. Tetapi akting yang bagus membuat tuan muda Wang percaya. Tanpa sadar, dia membersihkan sedikit bagian lantai dan duduk di sana. Matanya tak berkedip menatap Ming Lan.
1022.0K viewsCompletedAdded to Library 727 Times as puisi bagus
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi bagus
Read
+Library
Erotomania

Erotomania

"Terima kasih Pac." Sementara menunggu Paco. Kau menulis lagi buku harian di handphone mu. Kau bercerita hari ini Brya sangat memukau dosen di kelasmu. Dia mengomentari Yuri, salah satu teman yang membacakan puisinya. Dia berkata bahwa puisi itu tidak menunjukan bakat Yuri dan terus terang Brya kurang tertarik. Akhirnya karena komentar Brya. Pertemuan Minggu depan masih tentang puisi classic dan kau kebagian untuk mempresentasikan puiaimu.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as puisi bagus
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?" Seisi kelas diam, hingga Raka mengangkat tangan dan mulai berbicara dengan lancar. Raka: "Puisi ini bukan sekedar mengisahkan keberanian, tapi juga pengorbanan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya menggenggam pedang, tapi juga berpikir jauh ke depan. Seperti pepatah, 'Mata pena lebih tajam dari mata pedang.'"
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as puisi bagus
Read
+Library
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
109.0K viewsOngoingAdded to Library 252 Times as puisi bagus
Read
+Library
My Obsessive Boss

My Obsessive Boss

Kertas yang ditulis oleh Rania. Ia membacanya dalam hati, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum yang tak bisa disembunyikan. Tak lama kemudian, Abiyya berdiri sembari memegang satu lembar kertas di tangannya. Lalu berucap dengan suara yang terdengar jelas di seluruh ruangan. "Puisi terbaik malam ini..." ucapnya pelan namun tegas, "...adalah yang sederhana, namun terasa jauh lebih tulus dan dalam."
102.6K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as puisi bagus
Read
+Library
Jeruji Tanah Anarki

Jeruji Tanah Anarki

“Dedaunanku menari Iringi senandung nabastala Cerah berpendar Sebiru gagang pedangmu Lukaku merona Pancar penuh tawa Atas kabar bersambutnya rasa Dersik pembawa bahagia Katamu akulah sahmura Pendar mewangi helai mahkota Kataku akulah akara Pendar meluruh tiap amerta Sejuk dersik sarayu Simpul terukir kehadiratmu Indah irama jantung bertalu Tuan, nada ini untukmu.” Usai membaca puisi, Shaw mengusap tengkuk. “Aaa ... aku tidak begitu memahami puisinya.” “Tapi puisinya bagus. Kira-kira siapa penulis puisi itu?” Jari telunjuk Bailey mengetuk-ngetuk dagu, otaknya berpikir.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 399 Times as puisi bagus
Read
+Library
Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Setiap bait terasa begitu dalam, begitu melankolis, dan memiliki struktur bahasa yang sangat indah sekaligus asing, sesuatu yang belum pernah ia dengar di seluruh negeri ini. "Tuan Putri, ini …." Zhou Xinyi menatap Lin Ruyue dengan pandangan penuh kekaguman yang luar biasa. "Ini bukan sekadar puisi. Ini adalah mahakarya! Bagaimana mungkin seseorang bisa menulis sesuatu yang begitu menyayat hati namun indah secara bersamaan?" Lin Ruyue terkekeh dalam hati. 'Tentu saja, karena aku menyadur puisi dari penyair dunia modern.'
105.7K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as puisi bagus
Read
+Library
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

Ia menatap setiap mahasiswa dengan lembut, memberikan ruang untuk mereka berpikir, merespons, dan menelusuri makna yang lebih dalam dari sekadar barisan kata. "Menurut saya," ujar seorang mahasiswi di barisan tengah, "puisi itu seperti lemari tua, ada banyak rahasia yang disembunyikan dalam tiap lacinya. Kita hanya bisa membuka satu-satu kalau kita cukup sabar."
1.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as puisi bagus
Read
+Library
Bad Guy : Aku ingin menjadi baik untukmu

Bad Guy : Aku ingin menjadi baik untukmu

ujarnya. Suka? Jungyeon sama sekali tidak yakin bahwa dirinya akan suka dengan keluarga dan kediaman baru yang akan ia tempati. Rumah yang mewah dan harta yang berlimpah tak menjamin kebahagiaan seseorang bukan? Jika keluarga itu adalah keluarga yang baik, lantas mengapa anak satu-satunya dari keluarga tersebut malah memiliki sifat yang berburuk seolah sifatnya itu merupakan pelampiasan dari kekesalan yang ia dapatkan dari keluarganya?
2.4K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as puisi bagus
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status