Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mas Duda itu Mantan Kekasihku

Mas Duda itu Mantan Kekasihku

“Karena Ayahmu terlalu istimewa. Dia selalu ada bersamamu, Nak.” Dia menggeleng dengan cepat. “Hari ini ada tugas membuat sebuah puisi dengan tema Ayah. Katakan padaku, Bu. Apa yang harus ku tulis?” Aku menggigit bibir bawahku mendengarnya. “Biar nanti Ibu beritahu di rumah. Sekarang Hira tidur siang dulu ya? Ibu harus kembali bekerja.” “Oke Bu.” Setelah panggilan terputus aku segera mengambil tisu menghapus air mataku. Setelahnya aku membayar soto pesananku.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Dosen Dingin itu Ayah Anakku

Dosen Dingin itu Ayah Anakku

Sebagai seorang guru, ayahnya sangat mengenali karakter murid-muridnya. Apa yang ayahnya katakan benar. Saat ini Gayatri mengedipkan matanya beberapa kali sebelum menarik napas panjang. Itu artinya Gayatri sedang gugup. Iwas menatap Gayatri lurus-lurus. Untuk ukuran sosialita berusia 27 tahun, Iwas merasa refleksnya Gayatri ini lucu. Jangan berpikiran macam-macam, Was. Saking lucunya perempuan ini mampu memporak-porandakan keluargamu. Ingat itu!
1051.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Istri Muda Guru Alim

Istri Muda Guru Alim

“Kaffir?” Sejenak Gaffi melongo, lalu mengulum bibir menahan tawa. Ternyata perempuan itu tidak mengingat namanya dengan benar. Jujur, dia sempat berpikir hanya berkhayal melihat gadis itu. “Lo ngapain di sini?” tanya Faeyza, menyerukan rasa penasarannya. “Saya mengajar di sini.” Sontak Faezya memindai penampilan Gaffi yang memakai batik yang serupa dengan guru lain. Potongan rambutnya juga rapi. Faezya mangut-mangut, memang seperti guru.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.758.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

tukasnya, kembali dengan lantang. “Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh!” koor anak-anak kelas empat yang segera kujawab pelan, “Wa’alaikumsalam warahmatullohi wabarokatuh!” Aku pun meninggalkan kelas dan berjalan ke ruangan guru. Tubuh rasanya letih sekali, bukan karena habis pergi ke Jakarta tadi malam, tapi gak bisa tidur karena memikirkan permintaan Ibu … membuka hati untuk Pak Banyu.
10116.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

kebanyakan santri menjawab dengan jawaban ‘Kenal’. “Nah, malam ini saya akan membacakan salah satu sajak yang saya buat sendiri. Perkenankan saya membacakan beberapa bait sajak dari untaian hati yang paling dalam ...” Saat itulah saya membecakan sajak yang saya siapkan sejak siang tadi. Tentang perjuangan ibu. Kemana dia berjalan, itulah hidupmu Kemana dia berpijak, itulah nasibmu
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
MAMA MUDA VS MAS POLISI

MAMA MUDA VS MAS POLISI

Aku pun memutuskan untuk segera duduk. Kini, semua murid murid naik ke atas panggung menyanyikan lagu " Guruku Tersayang" sebagai lagu persembahan untuk para guru. Lalu dilanjutkan penampilan murid yang maju ke depan, ada yang menyanyi, menari, dan beberapa dari mereka membaca puisi. Aku dapat melihat Aiswa beberapa kali ikut tampil bersama teman temannya. Sayang sekali HP ku mati, hingga tak bisa mengabadikan momen itu seperti wali lainnya.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Tetapi begitu dia melihatku masuk, senyum itu langsung berubah menjadi tatapan jijik. Seingatku, dulu ada tugas mengarang dengan judul Ibuku. Di dalam karanganku, aku menggambarkan ibu sebagai sosok iblis yang kejam. Guru bahasa memanggilku ke ruangannya dan memarahiku sepanjang satu jam pelajaran. Aku tidak ingat apa saja yang dia katakan. Aku hanya ingat satu kalimatnya. Dia bilang, di dunia ini tidak ada ibu yang tidak mencintai anaknya.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status