Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Elang Taraka: Lahirnya Pendekar Terhebat

Elang Taraka: Lahirnya Pendekar Terhebat

panggil Sang Guru. Sang guru sedang duduk bersila di atas batu hitam tempat dia menghabiskan waktu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. "Ya, Guru." Elang melesat turun. Pria tua berambut putih itu tersenyum ketika murid kesayangannya sudah tiba di hadapannya secepat kilat. "Elang, seorang Pendekar dikagumi bukan karena tingginya ilmu kanuragan yang dia miliki." Pria tua itu menjeda ucapannya.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Terpujilah wahai engkau bapak ibu guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Wahai engkau ibu bapak guru Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau laksana cahaya bangsa dalam kegelapan Namamu s’lalu terukir di dalam hatiku Engkau laksana pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa Aku serta siswi lainnya semakin histeris meresapi lagu itu. Walau aku sendiri tidak begitu mengetahui maknanya, tetapi syair dibait terakhir “Engkau laksana pahlawan bangsa, Tanpa tanda jasa”. Ya, guruku pak Kasmirin memang pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Karena jasanya kami mampu membaca, berhitung dan memiliki banyak ilmu pengetahuan yang baru.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Tempat ini cukup jauh dari desanya, tetapi ia merasa perjalanan ini setara dengan ilmu yang akan ia dapatkan. Di sekolah, ia segera menarik perhatian guru dan murid-murid lainnya. Saat pelajaran sastra dimulai, gurunya, seorang pria paruh baya yang dikenal bijaksana, membaca puisi lama tentang kepahlawanan. Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?"
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
Life Hates Me

Life Hates Me

tanya bu guru yang berdiri di depan papan tulis. Saat aku hendak mengangkat tanganku untuk menjawab pertanyaan bu guru, seorang siswa yang duduk tak jauh dariku mengangkat tangannya mendahuluiku dan menjawab, "Syair adalah puisi lama." "Kurang lengkap, ada yang mau menambahkan?" balas bu guru. Victor, siswa yang duduk tepat di depanku mengangkat tangannya dan menjawab, "Syair adalah sejenis puisi lama yang berasal dari Persia, yang sekarang disebut sebagai Iran."
105.5K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Guru tersayang, saat aku berada di kampung halaman." "Benar-benar guru edan! Ia sudah mengajari ilmu sesat!" "Bukan ilmu sesat, ilmu singkat dan nikmat. Ada pilihan aku bertirakat tujuh ribu purnama di tujuh air terjun pada tujuh gunung suci. Siapa sudi? Mendingan aku pulang kampung menggembala si Bryan." Plak! Plak! "Jadi kau belum pernah bertirakat?"
9.946.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as puisi guru panjang
Show Reviews (21)
Read
+Library
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Read All Reviews
Sistem Super Boros

Sistem Super Boros

Yang lebih tidak terduga adalah bahwa pria itu hanya menulis beberapa ratus kata dalam komposisi tersebut, dan mengakhirinya dengan puisi bahasa daerah. Namun, ia selalu merasa ada yang salah. Menatap puisi di atas, ekspresinya akhirnya berubah. "Guru Tang, ada apa?" Tepat ketika Chen Chen bertanya-tanya apakah dia harus pamer lagi apakah dia mudah diganggu, dia tiba-tiba mendengar suara keras! Ternyata Guru Tang di podium tidak tahu apa yang sedang terjadi dan mengetuk meja.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
Mencintai Guru Galak

Mencintai Guru Galak

Namun, Rizal masih menunggu Via buang air kecil. "Lama sekali sih? Buang air kecil atau air terjun! Tidak siap-siap," kelas Rizal. Sebab, semua orang sudah pergi, hanya tinggal mereka. Rizal sebagai pria normal tidak tahan berlama-lama dengan Via, apalagi kini mereka berada di hutan. "Via! Lama sekali!" teriak Rizal. Via cepat-cepat berlari dan menghampiri sang guru yang tengah duduk di atas motor, kemudian dia duduk dengan jarak yang sangat jauh.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Di ujung ruangan, di atas sebuah panggung kayu yang ditinggikan, duduklah sesosok tubuh dalam posisi bersila. Sosok itu tidak lain adalah gurunya, sang Maha Guru, Eyang Giri Sewu. Penampilannya tampak begitu rapuh. Tubuhnya kurus, terbungkus jubah putih sederhana yang warnanya menyatu dengan rambut dan janggutnya yang panjang seputih kapas. Kulitnya keriput, seolah peta dari ratusan tahun perjalanan hidup. Ia duduk membelakangi Mbah Karyo, menatap ke luar jendela besar yang terbuka, ke arah lembah yang diselimuti lautan kabut di bawah cahaya bulan. Ia tampak seperti bagian dari alam itu sendiri, setenang gunung, semisterius kabut.
1020.5K viewsCompletedAdded to Library 512 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

“Guru, sebelum kita berpisah, aku mohon, sudilah Guru memperlihatkan bentuk diri dan ujud Guru padaku... Selama belasan tahun kita bersama, banyak pelajaran dan budi baik yang aku terima darimu. Tapi tidak barang sekalipun aku pernah melihat jazad darimu.” Bintik terang di langit-langit goa yang berbentuk kerucut kelihatan bersinar menyilaukan. Lalu terdengar suara Sang Guru. “Muridku, saat ini aku belum bisa memperlihatkan diri. Dan aku tidak bisa berjanji kapan aku bisa terlihat oleh mata insani sepertimu. Harap kau tidak kecewa. Suatu kali kita pasti akan bertatap ujud. Selamat tinggal muridku. Datanglah ke goa ini jika kau menemukan sesuatu...”
1031.6K viewsCompletedAdded to Library 694 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
Pangeran Pendekar Terasing

Pangeran Pendekar Terasing

“Maksud Ayahanda?” “Kitab Pusaka Sebelas Jari merupakan hasil dari puncak kesempurnaan ilmu seseorang. Penulisnya bernama Gui Guizhang, pendiri Perguruan Jingshan. Dia adalah satu-satunya orang yang dapat menulis dan menjelaskan puncak ilmu silat yang telah dipelajarinya selama bertahun-tahun.” “Bagaimana dengan guru Ayahanda?”
8.217.8K viewsCompletedAdded to Library 605 Times as puisi guru panjang
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status