Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Jari ini menyibak buku, pada halaman pertama ada kertas warna biru yang terlipat menyerupai amplop. 'Sinar, apa kabar? Aku menebak kamu sudah tumbuh menjadi perempuan dewasa. Aku ingin mengundangmu dan adik-adikmu datang ke rumah. Masih tahu alamatnya, kan? Datanglah besok, jam sepuluh siang. Aku ingin meminta maaf karena dulu telah meragukanmu.' Si tua, Kakek Atma. Aku tersenyum sendiri. Di zaman serba canggih, Pak Atma memilih cara dengan mengirim paket. Sangat luar biasa. Aku ragu bisa memenuhi undangan tersebut karena khawatir akan bertemu dengan Ibu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
Papa Baru untuk Anakku

Papa Baru untuk Anakku

“Abang udah buat mommy sakit hati tadi.” “Aku sudah minta maaf. Kau mau apalagi?” “Enggak gitu caranya, Bang. Sebagai anak seharusnya Abang mengerti.” “Anak katamu??” suara Keenan mulai meninggi. Pria itu bahkan menyingkap kasar selimutnya. “Anak yang bagaimana maksudmu, hah?? Yang dibesarkan tanpa kehadiran orangtua? Atau yang selalu ditinggal pergi. Begitukah??”
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
Two Side

Two Side

jawabmu lirih seraya tersenyum sinis dan pergi menjauh darinya. “Tunggu sebentar, Anak Muda. Orang tua ini punya sedikit nasihat untukmu. Jika kamu hanya terpaku akan masa lalu, maka tidak akan ada masa depan yang indah menantimu. Kehidupan ini selayaknya kita menulis dan membaca, kita bisa melakukan apa pun yang kita suka dan mengenang semuanya. Akan tetapi, jika hanya membaca pada satu halaman, tentu akan terasa sangat membosankan. Dan ketika menulis hanya pada satu lembar kertas, pastinya tidak akan cukup untuk menuangkan seluruh ide yang ada di dalam otak,” ujarnya lirih.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
Ibu, Aku Mau Ayah

Ibu, Aku Mau Ayah

Apa Meity perlu sesuatu untuk Adisti bawa dari rumah? "Temui ... orang tua-mu ... Mere-ka menunggu ... orang tua te-tap orang tua ...." Meity menyelesaikan pesannya. Adisti mengerti. Meity mau Adisti berani berdamai dengan orang tuanya, pulang ke kota asalnya.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
Jagoan di Puncak Kejayaan

Jagoan di Puncak Kejayaan

Menurut pepatah di internet, orang tua tidak pernah menjadi penjahat, dia hanya penjahat yang bertambah tua. Jade sepertinya tidak pernah memahami pepatah ini di masa lalu, tapi setelah menyaksikan apa yang mampu dilakukan pasangan tua itu, dia sepenuhnya memahaminya sekarang. 'Keduanya hanya penuh omong kosong dan mereka melakukan apa saja yang mereka inginkan, termasuk bertingkah seperti orang gila hanya karena mereka sudah tua. Mereka adalah orang-orang yang tidak tahu malu!’
9498.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.5K kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
Antara Dilema & Cinta

Antara Dilema & Cinta

Ia menggenggam tangan anaknya, "Ada yang menemani kamu setelah Papa dan Mama tidak ada lagi di dunia ini, karena orang tua nggak akan mungkin bisa bersama terus dengan anak-anak nya. Ada saatnya kamu harus mulai menerima untuk menjadi orang tua. Mama aja sampai seumuran ini, apalagi anak-anak Mama sudah besar semua, Mama masih belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk kalian. Menjadi orang tua adalah amanah yang Tuhan berikan untuk kita. Saat kita sudah diberi buah hati oleh Tuhan, saat itu juga kita dipercaya untuk menjadi orang tua," "Aku tahu menjadi orang tua adalah amanah. Tapi, aku takut jika aku yang salah memilih pemimpin keluarga. Begitupun juga dengan dia, aku takut dia salah
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

"Kak, Awa gak tega ninggalin Mamah." "Sudahlah, Awa. Orang tua itu egois. Mereka memikirkan dirinya sendiri. Tanpa ingat anaknya. Andai bisa memilih, lebih baik kita tidak usah dilahirkan di dunia," tuturnya lembut. Lalu menggenggam erat tanganku.
10131.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

kata Carissa sambil menerawang. “Iya, kamu akan sadar nanti jika sudah menjadi orang tua. Begitu besar jasa dan pengorbanan yang mereka berikan untuk kebaikan anaknya. Tak peduli badai, hujan, berbagai rintangan dan ujian akan kuat dilakoninya asal bisa membuat anaknya tersenyum bahagia. Begitu mulia hati seorang orang tua, bahkan kita tak akan mungkin bisa membalas kebaikannya meskipun dengan waktu seumur hidup kita.”
1064.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Sekian perjalanan mengenaskan hidupku. Buktikan kepada orang tua bahwa kalian adalah anak yang berguna. Buatlah orang tua menjadi bangga dengan apa yang kalian lakukan. Tidak harus seperti diriku pula. Semua orang mempunyai caranya tersendiri. Dan inilah caraku, dengan memberikan mereka sawah walaupun masih mencicil dan hasil uang hutangan pula. Kalian adalah para generasi bangsa. Jangan takut terjatuh, karena itu adalah hal biasa. Yang tidak biasa itu adalah, jika jatuh dan tidak bangkit lagi. Buktikan bahwa kita adalah manusia terhebat dalam Bumi manusia.
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai puisi buat orang tua
Baca
+Pustaka
Keperkasaan Tukang Kebon

Keperkasaan Tukang Kebon

Dia melambaikan tangan, mengelak. "Ora, ora. Bapak cuma ngelamun. Wong tuwo koyo aku yo wis akeh sing lewat..." (Nggak, nggak. Bapak cuma melamun aja. Orang tua kayak aku udah biasa ngalamin macem-macem...)
8.8549.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.4K kali sebagai puisi buat orang tua
Tampilkan Ulasan (56)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini adalah kisah Petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status