Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10273.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 7.4K Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
PELAYAN KESAYANGAN MAFIA PEWARIS

PELAYAN KESAYANGAN MAFIA PEWARIS

Bangunan itu tampak indah, tetapi sebenarnya tidak kuat. Kaum wanita cenderung lebih menyukai puisi yang halus dan anggun. Raihana mengambil puisi-puisi yang diberikan seorang gadis. la dengan santai melihat dan melihat karakter untuk angin sepoi-sepoi, asap tipis, dan karakter-karakter lain yang senada. la dengan ceroboh membolak-baliknya sebelum menyerahkannya kepada Dinda di sisinya yang lain, "Menurutku semua gadis ini memiliki keterampilan sastra, tetapi aku tidak terampil dalam hal puisi."
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 93 Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
Ambisi Sang Penguasa

Ambisi Sang Penguasa

Urusan sembunyi-sembunyi begini paling mampu mengguncang rasa penasaran Luis, setelah urusannya selesai, ia akan menginterogasi George secepatnya. Luis duduk di sebuah kursi dekat perapian. Charlotte tertarik kuat untuk duduk menghadap piano yang menempel ke dinding. Jari-jarinya mulai menekan tuts dengan lihai, menghasilkan nada-nada beraturan yang merdu di telinga. Luis tahu lagu ini, Fur Elise, begitu terkenal dan familiar oleh setiap orang. Charlotte memainkannya tanpa ada nada yang salah. "Kurasa kau telah memainkannya ribuan kali," komentar Luis saat nada terakhir dibunyikan.
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 177 Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
Ambisi Sang Pewaris Terbuang

Ambisi Sang Pewaris Terbuang

Kai bangun dari tidur secara perlahan. Tubuhnya tidak terasa lemas seperti malam sebelumnya, sakit di kepala dan dadanya juga sudah tidak terasa. Kai menatap jendela yang sedikit terbuka—mungkin Ruhi atau Bansu yang telah membukanya. Ingatannya kembali pada saat dia bicara dengan Kaizen. “Aku jadi ingin tahu seperti apa kekaisaran Ansa itu,” gumam Kai. “Bahkan namanya pun mengingatkanku pada Ansa Dynamics.”
10289 viewsOngoingIdinagdag sa Library 6 Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

sahut Silvi dengan seringainya yang sangat menggoda. Silvi melangkah mundur satu jengkal. Dengan gerakan perlahan yang sengaja memancing gairah Tresna, dia mengangkat kaos tipisnya ke atas melewati kepala, lalu mencampakkannya begitu saja ke atas tumpukan karung padi.
8.453.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

Sepertinya ia pernah membaca, tapi entah di mana. “Divina Commedia,” Sheena menjawab tanpa ditanya. Sedikit jumawa, cewek berambut pendek itu kemudian menjelaskan bahwa ‘Divina Commedia’ adalah puisi karya penyair Italia, Dante Alighieri. Terdiri dari 3 babak; Inferno, Purgatorio, dan Paradiso,- ‘Divina Commedia’ bercerita tentang perjalanan sang penyair di alam ruh. Menembus lapis demi lapis Inferno, mendaki gunung Purgatorio, untuk menuju Paradiso.
1010.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 236 Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Bagaimana mereka bisa menebaknya? "Sarisha, apa kamu sudah mendapat petunjuk untuk menebak dua puisi ini?" Setelah menunggu sejenak, Alarik akhirnya bertanya kepada Sarisha. Sarisha mulai menganalisis, "Kalau dilihat dari dua puisi ini, satu membicarakan malam dan satunya lagi membicarakan festival. Di saat festival, semuanya pasti berkumpul dan bersenang-senang. Tapi ... kalau ditambah dengan malam dan lilin yang dibasahi hujan biasanya menunjukkan suasana yang sedih saat sendirian. Jadi, aku tebak jawabannya adalah duka saat berpisah dan suka saat bertemu kembali."
8.83.6M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 116.3K Beses bilang puisi diksi
Ipakita ang mga Review (736)
Read
+Library
Panessa Selvia
TAMAT. jadi mnurut kesimpulan saya. luter ditingkatan transendensi roh(tingkatan paling atas kultivasi) sudah ga yg ngusik lagi, sudah bagaikan dewa. makanya dibuat hidup tenang diakhir crita. tpi masih gantung, ayahnya di atlandia masih hidup/wafat? dan Bianca tau GK luter=Gerald Bennet?
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Basahin ang Lahat ng Review
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 23 Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
Alstroemeria

Alstroemeria

"Saat jumpa pertama engkau beri hatimu relungnya rona pagi cerah musim semi Saat jumpa kembali engkau sampaikan seuntai kata baranya laksana musim panas tak terlukiskan Ketiga kalinya engkau beri tanganmu dalamnya tersembunyi musim rontok daun berguguran Terakhir kalinya berjumpa lewat mimpi singkatku dalam mimpi terdapat gumpalan angin musim dingin." Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
1015.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 425 Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 343 Beses bilang puisi diksi
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status