Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aira's

Aira's

Apalagi materi kali ini adalah tentang … "Apa pengertian diksi?" Aira nyaris langsung mengacungkan tangannya seraya tersenyum simpul yang membuat bu Ina tersenyum pula. "Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai dengan keinginan penulis. Syarat diksi adalah tepat, benar, dan lazim. Pemilihan diksi yang tidak tepat menyebabkan perbedaan makna dan pesan penulis tidak tersampaikan. Diksi termasuk dalam pembahasan aspek kata dalam sajak." Tanpa membuka buku apalagi internet Aira mampu menjawab dalam satu tarikan napas membuat satu kelas dibuat melongo olehnya.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Kaelith merasakan sesuatu yang berbeda. “Baik, Yang Mulia. Saya akan membuat puisi, yang tidak pernah Anda dengar dimanapun.” Daisha menutup matanya sejenak, mengumpulkan kata demi kata. Lalu, membuka matanya dan berjalan melihat sekelilingnya. Semua siswa yang ada di taman barat sudah tidak sabar mendengar puisi ciptaannya. Daisha berjalan sembari menatap langit dan juga memetik bunga kamelia.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

tanya Arka dengan rasa penasaran Arka membukanya dan melihat apa isi kotak tersebut “Puisi?” Arka semakin penasaran Kemudian, Arka mengambil kertas yang bertuliskan puisi tersebut dan membacanya di atas kasur dengan membanting tubuhnya ke atas kasar empuk “Dari siapa ya puisi ini?” tanya Arka Arka membuka kertas tersebut X Iblis Kejam X Bolehkah aku bertanya?
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Puisi itu berbunyi: Di antara sejarah dan darah pahlawan, Ada degup yang tak bisa kuabaikan. Tak ada merah putih di dadaku selain wajahmu yang selalu tenang. Untukmu, guru berjas abu-abu… Pak Taka mengernyit. “Ini puisi... romantis?” Laras maju ke depan dengan cepat, “Itu... karya fiksi, Pak! Kami mau menunjukkan bahwa nasionalisme bisa disisipkan dalam bentuk rasa cinta!”
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
ISTRIKU DISIKSA SAMPAI GILA

ISTRIKU DISIKSA SAMPAI GILA

PoV Sandi "Setelah suami saya datang barulah saya bisa merasakan kembali hidup yang aman dan udara yang terasa segar, meskipun bayang-bayang mereka kerap menyiksa saya justru membentuk sebuah ketakutan yang berlebihan, mereka bilang saya gila, tapi saya merasa baik-baik saja, hanya memang ... saya sulit mengatur rasa cemas yang berlebihan dalam diri saya ini tatkala saya sedang mengingat hal-hal yang menyakitkan itu, saya-" Lusi terisak di akhir kalimatnya. Ia tampak sudah tak mampu lagi berkata-kata. Segera aku memeluk istriku. "Tenanglah ada Abang di sini sekarang." "Bang, Yassir pergi, Bang," ucapnya serak dengan isak tangis yang semakin menambah pilu. "Sabar sayang, ikhlaskan Yassir, ana
9.9124.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Kak Clarissa: Kalau begitu buka pintunya. Aku tarik kembali kata-kataku tadi. Ada apa ini? Mengapa perasaanku langsung menjadi tidak enak, ya? Me: Maaf? Kak Clarissa: ... Kak Clarissa: Karena ini berbentuk tulisan aku tidak perlu mengetik ulang, bukan? Kak Clarissa: Atau kau orang yang tidak bisa membaca? Kalau begitu aku ketik kembali. Kak Clarissa: Bu. Ka. Pi. N. Tu. Nya.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Dinda, yang kini duduk di kelas empat SD, semakin mirip Dion tenang, tapi matanya menyala penuh rasa ingin tahu. Suatu pagi, ia duduk di beranda sambil menulis sesuatu di buku kecil. “Bunda,” katanya tiba-tiba, “boleh aku baca puisiku yang baru?” Dina tersenyum. “Boleh, Sayang. Aku dengerin.” Dinda membuka bukunya dan mulai membaca pelan: “Dulu aku takut gelap, karena kupikir cahaya cuma dari lampu.
825 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi diksi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status