Neng Zulfa
Gus Fatih tetap menjawabnya, “Kamu memang seperti peri, Cah Ayu. Semua kesatria memperebutkanmu untuk dijadikan bidadarinya, tetapi mereka tidak bisa karena aku yang berhasil mendapatkanmu sebagai ratuku, pada akhirnya. Jadi sekarang mereka hanya bisa mencintaimu dalam diam tanpa berjuang. Pilihannya memang tinggal merelakan, tetapi melupakanmu pasti berat bagai kemustahilan. Seperti itu juga Gus Aji. Jadi sekali lagi, berjanjilah untuk selalu di sisi Mas, Fa. Mas tidak bisa jika kamu pergi. Aku sayang kamu.”
Gus Fatih mengelus punggung tanganku yang masih berada di samping hidungnya.
Aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang dikatakan Gus Fatih barusan. Namun, kalimat terakhirnya berha
Bab Populer