Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pergilah, Pak! (Kuusir bapakku pergi)

Pergilah, Pak! (Kuusir bapakku pergi)

Tenang saja, bapak sudah aku minta untuk segera pergi dari rumah, jam makan siang nanti aku telpon bapak untuk mengingatkan bapak lagi. Tulis pesan Tari yang membuat senyum Badar semakin lebar. Dengan penuh semangat, Badar mengetikan balasan untuk istrinya. Badar : [Iya, Sayang, kamu memang istri yang solehah, nurut sama perkataan suami. Makin cinta saja sama kamu, Sayang. Memang nggak salah aku pilih kamu dari pada si Lina. I love you, Baby.]
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
Istri Untuk Suamiku

Istri Untuk Suamiku

Satria menatap istrinya dengan kagum, bahkan matanya tak berkedip sama sekali. ''Masya Allah, istri Mas cantik sekali.'' puji Satria. Zizah menunduk, dan tersenyum malu. ''Apaan sih Mas, jangan gombal. Adek, gak mempan,'' jawab Zizah dengan mencubit pelan pinggang suaminya. ''Mas serius sayang. Kamu memang sangat cantik. mas beruntung, karena mempunyai bidadari secantik kamu,'' ucapnya sambil menarik pinggang Zizah kedalam pelukannya.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

Nayara sangat sakit hati melihat suaminya memperlakukan wanita lain dengan begitu baik di depan matanya. "Jangan sok tersakiti, Nara. Yang ingin aku nikahi sebenarnya adalah Vanya, putri asli keluarga Widjaya. Kamu hanya seorang putri palsu yang mengelabui keluarga Widjaya selama bertahun-tahun, kamu juga menipu ibuku agar setuju dengan perjodohan kita." Sakit, benar-benar sakit. Nayara merasa telah ditusuk pisau sebanyak ribuan kali dalam satu jam terakhir ini.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
Suara Hati Adik Remaja

Suara Hati Adik Remaja

"Bidadari emang bersayap" "Loh kamu gak tau, dari ribuan bidadari kan bersayap, cuma kamu bidadari tak bersayap mengisi hati ku, upss" "Ih apa sih" "Aku yakin kamu senyum, kalaau aku sukses nanti kamu mau gak jadi istri aku?" "Emmm.. Insha Allah kalau jodoh" "Ya udah, kamu jangan lupa kiss aku dong" "Kamu mau kemana yank?"
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

Dia cukup terkejut tahu pria di hadapannya saat ini adalah suami dari perempuan yang sebelumnya ia sebut sebagai bidadari. “Suami-istri yang sama-sama indah,” pikir Bai Jia. “Kau tahu, anak muda? bahkan semut kecil saja tidak kubiarkan hidup setelah menggigit kulit istriku. Lantas, beraninya kau melukainya.” Diam, hanya itu yang saat ini bisa dilakukan Bai Jia. Dia sungguh tidak tahu harus berujar apa.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN WANITA PENGHIBUR

AKU BUKAN WANITA PENGHIBUR

Di atas pusara, aku mengirimkan doa-doa terbaik untuk sosok bidadari surgaku itu. "Aku bersaksi, selama hidupnya, istriku sangatlah baik dan berbakti. Tak ada sedikitpun pernah ia menyakiti hatiku. Aku bersaksi, selama ia menjadi istriku, ia mengabdikan hidupnya dengan sangat sempurna. Terima ia, ya Rabb! Berikan tempat terindah di sisiMu." Air mata yang dari semalam tak mau terjatuh, akhirnya hari ini tertumpah.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Kusembunyikan Identitas dari Mertua

Kusembunyikan Identitas dari Mertua

"Ya cinta itu kan butuh modal, Mas. Kamu pikir hidup cuma modal cinta aja? Kamu bisa hidup sama puisi cinta? Nggak, kan?" Hasan menggeleng sambil tersenyum. "Habis ini, aku bakal bikin puisi cinta buat kamu, deh. Judulnya Istriku dan Pohon Jambu." Rosa terkejut kecil. "Wah, beneran, Mas? Aku tunggu loh puisinya!" "Tunggu aja, Sayang. Isinya akan aku mulai dengan, 'Di bawah pohon jambu, istriku yang lucu...'."
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Dijadikan kau pasanganku Engkaulah bidadari surgaku (pasanganku bidadari surga) Tiada yang memahami S'gala kekuranganku Kecuali kamu (kecuali, kecuali kamu) Oh, bidadariku (dirimu) Maafkanlah aku dengan kebodohanku Yang tak bisa membimbing dirimu Hatimu tempat berlindungku Dari keheningan malamku Tuhanku merestui itu Dijadikan kau pasanganku Akulah bidadari surgamu رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتـَّقـِيـْنَ إِمَامًا, إِ مَامًا
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 840 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
Sama-sama Egois

Sama-sama Egois

Ayu keluar disusul juga suaminya. "Kenapa, Dia?" Ayah bersama ibu juga menghampiri kami. "Kamu apakan istriku, mas!" Bima mencengkeram kera bajuku aku mencoba tenang, buakannya dibawa lari ke RS, justru Abidin memarahiku membuang waktu saja. "Kamu apakan istriku, Mas!" Kata Abidin lagi. "Matamu tidak melihat atau memang kamu buta, istrimu sedang sekarat bukan langsung diangkat justru kamu Marah tidak jelas."
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi istriku bidadariku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status