Bara Dendam Sang Prabu Boko
katanya dengan nada suara yang dalam, seolah setiap kata telah melalui pertimbangan yang panjang, "Semalam, aku sudah berpikir dengan matang. Aku menginginkanmu berada di dekatku, mendengarkanmu berkidung atau menembangkan tembang-tembang agung yang telah meluluhkan hatiku. Bukan hanya sebagai selirku, Madujingga, melainkan sebagai istriku."
Kata 'istri' seperti gelegar petir di tengah langit cerah, menyambar jiwa Madujingga hingga ia tercekat. Apakah ia salah dengar? Seorang budak, seorang yang berasal dari pihak musuh, menjadi istri seorang Pangeran Mahamentri? Hal itu bagai dongeng yang tak pernah terbayangkan.
Bab Populer