Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Mungkin Mama sedang mengisi daya batrainya. Kulirik Pak Afnan, dia sedang sibuk dengan gawainya. Aku pun mengetik beberapa bait puisi untuk membunuh waktu, daripada keolenganku kambuh. RANJAU Tuhan Bila hati salah melangkah Tunjukkan arah Bila rasa adalah dosa Hapus segera Dialah gelora Pada cita yang tersita Pada cinta hampir ternoda
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

"Kau masih sangat muda, namun sangat sombong; kau sama sekali bukan anak laki-laki!" "Benar, terlalu sembrono!" Para pria berbakat itu semuanya menggelengkan kepala dan mengejek. "Hehe, aku cuma mengatakan yang sebenarnya. Puisi ini sampah, bahkan tidak sebagus sajak anak-anak yang kubuat waktu umur tiga tahun~" Zhan Bai tampak sama sekali tidak peduli, yang membuat semua orang geram. "Kalau kamu memang jago pamer, kenapa kamu tidak melakukannya sendiri saja!"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Kusembunyikan Identitas dari Mertua

Kusembunyikan Identitas dari Mertua

"Ya cinta itu kan butuh modal, Mas. Kamu pikir hidup cuma modal cinta aja? Kamu bisa hidup sama puisi cinta? Nggak, kan?" Hasan menggeleng sambil tersenyum. "Habis ini, aku bakal bikin puisi cinta buat kamu, deh. Judulnya Istriku dan Pohon Jambu." Rosa terkejut kecil. "Wah, beneran, Mas? Aku tunggu loh puisinya!" "Tunggu aja, Sayang. Isinya akan aku mulai dengan, 'Di bawah pohon jambu, istriku yang lucu...'."
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Dalam babak kedua, dewan juri menyediakan tiga kartu berisi kata. Peserta harus membuat puisi pendek dengan kata tersebut. Siapa yang paling cepat dan dalam maknanya, jadi pemenang." Kartu pertama dibuka. Kata sungai tertulis di sana. Begitu kata itu ditunjukkan, Shu Yi segera mengucap puisinya. [Sungai mengalir tak kenal lelah. Seperti hidup yang mengarunginya] Dewan juri mengangguk-angguk dan sepakat bahwa karyanya layak dipilih. Dengan demikian, dia dapat satu poin. Kartu selanjutnya dibuka. Kata Damai tertera jelas.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 783 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

“Kalau kamu butuh sesuatu, tinggal hubungi aku. Kapan pun. Jangan tunggu pingsan dulu.” Zura tersenyum kecil. “Kamu benar-benar tahu cara bercanda yang menyebalkan.” “Mau aku bikin lebih menyebalkan lagi?” “Mau kamu kutip puisi Shakespeare atau ngasih pantun kopi hitam, tetap aja konyol.” Mereka tertawa kecil. Hangat. Ringan. Tak seperti minggu-minggu yang baru berlalu—yang penuh beban dan luka.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
WidiaYuan
kesempatan tak akan datang dia kali van.. kamu pilih bertahan hidup atau hancur hanya itu pilihanmu. kamu mempertahankan egomu maka kehancuran yg kau dapat kalo kamu memilih pilihan yg ditawarkan barra setidaknya kamu masih bisa hidup lebih lama dengan tenang.
Kania Putri
Barra lagi H2C ini wkwkw tapi aq yakin mami rumi gak akan ngamuk kaya singa kalau kamu jelaskan duduk persoalannya karena menemui karina ada maksud dan tujuan yg jelas bukan demi perusahaan aja tapi demi keutuhan keluarga
Baca Semua Ulasan
Seruni Senja

Seruni Senja

Jawab Ira. Mahli terus melihat kearah Ira yang terlihat sedikit cemas itu, Mahli pun tersenyum, Ira sadar jika Mahli sedang menertawakannya. “Kenapa kamu tertawa?” Tanya Ira “Tidak, aku baca puisi ini sangat lucu jadi aku tertawa.” Jawab Mahli mengalihkan pembicaraan. “Sebentar, aku masih penasaran kenapa kamu mengajak ku untuk membaca puisi di sini?” Tanya Ira.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi. Lara tak menyangka hanya dengan sekali take ia sudah bisa membaca puisi itu tanpa kendala apapun. Padahal Lara termasuk anak yang sulit untuk fokus, terutama saat membaca puisi. Dia selalu ingin tertawa dengan sebab yang tak jelas tiap kali membca puisi apalagi sambil direkam seperti yang saat ini dilakukannya. Entah mengapa kali ini ia berhasil. Meskipun Lara tetap saja tidak percaya diri untuk mendengarkan
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Leo bertanya dengan bingung, "Kalian ketawa apaan lagi?" Kiki tertawa sampai meneteskan air matanya. "Aduh, aku sudah nggak kuat lagi. Zudith, kamu jelaskan." Zudith melangkah maju dan berkata, "Kalimat itu malah lebih bodoh dari yang barusan! Kamu tahu kenapa?" "Nggak tahu." "Liatlah, kamu masih nggak mau mengaku bodoh. Hal begini saja nggak ngerti. Katanya Empat Tuan Muda, menurutku lebih cocok disebut empat otak udang!"
9.41.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34.3K kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Semua yang hadir di sini 'kan orang berpendidikan. Aku ingin kalian menilai, kira-kira puisiku ini bagus atau nggak. Oh ya, kali ini puisiku bergaya modern." Nazar berdeham sebentar, lalu membacakan dengan penuh ekspresi, "Langit, kau berwarna abu-abu. Kuda, kau berkaki empat. Gadis, kau semuanya air. Bodoh, siapa sih kau?" Saat membaca kalimat terakhir, tatapan Nazar sengaja diarahkan ke pria tua itu. Jelas sekali, dia sedang mempermalukannya.
9.61.2M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41.5K kali sebagai puisi lucu 4 bait
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Gara-Gara Bubble Gum, Aku Jatuh Ke Pelukan Bosku

Gara-Gara Bubble Gum, Aku Jatuh Ke Pelukan Bosku

Ia menatap layar ponselnya lama, sudut bibirnya naik perlahan. “MartabakManisEkstraKeju akhirnya nongol juga,” gumamnya rendah, hampir seperti tertawa. MartabakManisEkstraKeju: "Maaf ya, baru bales sekarang 😅 ..." Leodric menggeleng sambil menyandarkan tubuh ke kursi. “Chaos katanya. Hm... selalu ada alasan random yang terdengar lucu darimu,” ujarnya sambil mulai membalas.
642 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status