Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suruh Siapa Kawin Lagi

Suruh Siapa Kawin Lagi

Perlahan langkah kaki ini mendekatinya tanpa suara, sengaja aku mengendap-endapl agar tak menimbulkan suara, terlihat pandangannya beralih pada benda pipih di tangannya. Apakah yang ia lihat? Ya Tuhan, hampir berderai air mata ini, ia memandang poto bayi yang begitu lucu dan menggemaskan, tak sampai di situ ia juga memutar kelucuan Vidio bayi yang diperkirakan berusia empat bulan. Bayi mungil itu berceloteh khas, juga mengumbar senyum termanisnya, menjadikan siapa saja terpukau akan pesonanya yang menggemaskan.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Ia mengintip dari balik pintu yang terbuka, menutup mulut dengan tangan, hampir meledak tawa. Kucing abu-abu di bawah kakinya mengeong sekali, seolah ikut terhibur. “Mocha,” bisiknya geli, “lihat? Sedikit ulat… jauh lebih ampuh daripada puisi manis mereka, bukan?” Lady Varenne hanya menghela napas panjang. “Cukup untuk sekarang. Ujian berikutnya… setelah makan siang.” ******
8.93.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Meja khusus telah dipesan jauh-jauh hari, lengkap dengan menu pilihan dan musik yang dipentaskan secara langsung. Dari sudut yang tidak terlalu dekat dengan meja Shelia dan Byzan, sang penyanyi melantunkan lagu-lagu romantis. Sekarang lagu yang dinyanyikan oleh biduanita itu adalah “Bahagia Tanpa Jeda”. Namun, lirik lagu yang dapat menghanyutkan perasaan pendengarnya itu tak membuat hati Wati tersentuh sama sekali. Benaknya dipenuhi prasangka. “Lagu ini selalu membuatku baper,” cetus Byzan mengawali percakapan mereka. Wajah Byzan tenang dan tatapannya teduh saat memandang Wati.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Mas Dosen, I Love You

Mas Dosen, I Love You

“Sebenernya gue cuma anak jurusan Sastra yang pengen hidup tenang, tapi selalu aja ada kejadian absurd. Contohnya, tadi siang gue belajar puisi sama dosen muda yang, maaf nih, rada sok puitis tapi senyumnya kayak iklan pasta gigi.” Semua mahasiswa langsung meledak ketawa, sementara Pak Ardi yang sadar dia lagi disindir cuma bisa geleng-geleng sambil senyum. Cinta hampir jatuh dari kursi saking ngakaknya, sementara Dika udah siap merekam semuanya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

Sekarang giliran puisi Yanto yang dikoreksi Desfa. "Hidup itu sulit Hidup itu rumit Akhirnya sama saja Kenapa kita harus sekolah Gue capek pengen nikah Kalau mati gue belum siap" Desfa berusaha menahan tawa setelah membaca puisi Yanto. Karena penasaran, Rania merebut kertas itu dan membacanya bergantian dengan yang lainnya. Seketika tawa mereka semua pecah, tak menyangka humor mereka serendah ini hingga menertawakan hal sepele. Mungkin karena mereka terlalu lelah.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Bunga Perang Shogun Tokugawa

Bunga Perang Shogun Tokugawa

Here's what love is; a smoke made out of lovers' sighs When the smoke clears, love's a fire burning in your lover's eyes. Ia mempersilahkan Tuan Haruto untuk menuliskan bait puisi itu dalam huruf kanji di bawah tulisan latinnya. Setelah pria tua itu selesai, Andrew mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kemudian berkata, ''Siapa yang bisa menjabarkan arti pantun ini?'' tanyanya sambil memperhatikan satu persatu wajah gadis-gadis di hadapannya itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
PURA PURA JADIAN

PURA PURA JADIAN

Kami mungkin tidak memiliki drama cinta yang penuh air mata, tetapi kami punya banyak momen lucu yang bisa membuat kami tertawa, bahkan saat dunia terasa berat. "Jadi, kapan puisi berikutnya?" tanyaku sambil menjatuhkan tangan ke atas meja, pura-pura lelah karena 'terlalu banyak puisi' yang masuk. Reyhan tertawa keras, sambil meletakkan tangannya di dadaku. "Puisi berikutnya? Tunggu aja, karena puisi gue nggak ada habisnya! Kali ini, aku akan nyanyiin lagu untuk kamu di depan kelas!"
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Limbung nyi buto ijo Lambe ndremimil Lambung perih ngelih Le thole Lodoken lenge gangsir Lebanana kareben ngenthir Lelepah-lelepah pakanane iwak entah. Penduduk pun bersorak sorai ramai sekali mendengar geguritan yang kocak itu. Sarni Trilili tertawa-tawa senang. Benar, memang lucu. Sambil tetap menari orang topengan itu mengedarkan topi pandannya yang bulat plus kumal. Lantas uang logam p
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

“Emangnya makanan pake pesan-pesan segala” “Hehe...” Andrewi kembali meredam ceplas-ceplosnya setelah Adam mengeluarkan nada juteknya. “Kamu mau puisi tentang apa?” “Asyiiiik” buru-buru Andrewi menutup mulut setelah di tatap tajam oleh Adam. Padahal dia tidak tahu itu adalah pembiasan ekspresi gemas Adam melihat tingkah lucu Andrewi. “Maaf, kak. Hehehe...”
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai puisi lucu 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status