Simpanan Ayah Angkat
"Saat ini aku sedang berjalan di atas luka dalam alunan cinta yang mempermainkan kalbuku. Aku terluka, sebuah luka akibat khayalanku yang melampaui bintang, dan mengambang layaknya sinar bulan. Karena semesta pun tahu, kisah ini hanya halusinasi, dan hanya sebatas mimpi. Sampai kapanpun, bagiku kau hanyalah sebatas mimpi."
Tanpa sengaja, Kanaya melantunkan sebuah puisi yang pernah dia buat untuk Alan. Sebuah puisi yang benar-benar dia rasakan di dalam hatinya, tentang cinta yang dia sadari, jika cinta itu, adalah cinta yang yang tidak akan pernah tergapai, juga terbalas.
"Aku memang bodoh!"
Kanaya memejamkan mata, kemudian merebahkan tubuhnya kembali ke atas ranjang.